PANAS.. Emosi dengan Dakwaan, Aktivis Anti Masker Serang Ketua Majelis Hakim


Peristiwa penyerangan terhadap Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi oleh terdakwa kasus berita hoaks tentang COVID-19, M. Yunus Wahyudi, dinilai sebagai tindakan penghinaan terhadap pengadilan.

Kejadian penyerangan itu mendapat perhatian dari Kepala PN Banyuwangi hingga Pengadilan Tinggi Jawa Timur. “Pimpinan juga berkonsultasi kepada Pengadilan Tinggi Jawa Timur, karena peristiwa ini masuk penghinaan terhadap pengadilan,” kata Humas PN Banyuwangi, I Komang Didiek Prayoga, Jumat (20/8).

Saat ini PN Banyuwangi tengah menyusun kronologis peristiwa penyerangan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur. “Mulai kronologi dari awal sampai akhir. Termasuk bagaimana manajemen risiko selama persidangan. 

Itu sudah baik, karena kita sudah membuat permohonan kepada Polresta untuk pengamanan selama persidangan mengingat banyak yang datang,” tegasnya.

Langkah selanjutnya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Ketua PN Banyuwangi. Namun, yang pasti akan ada konsekuensi hukum yang tegas bagi terdakwa yang melakukan penyerangan terhadap majelis hakim saat persidangan. 

“Tentu langkah-langkah yang kita tempuh supaya tidak terulang lagi peristiwa tersebut di masa mendatang,” tegasnya.

Kuasa Hukum Terdakwa Ajukan Banding

Di sisi lain, kuasa hukum terdakwa, Mohamad Sugiyono menegaskan, peristiwa penyerangan yang dilakukan kliennya terhadap Ketua Majelis Hakim dilakukan tanpa adanya unsur kesengajaan.

“Mungkin karena luapan emosinya, karena tidak sesuai yang diharapkan sehingga terdakwa melakukan penyerangan,” ungkapnya.

Sugiyono menegaskan tindakan kliennya bukan sesuatu yang direncakan. Pemicunya dari tuntutan jaksa penuntut umum 4 tahun dan vonis 3 tahun.

"Dia kurang berkenan sehingga ia melakukan tindakan seperti itu di luar batas saya sebagai kuasa hukumnya,” imbuh Sugiyono.

Terkait vonis yang dijatuhkan hakim, Sugiyono menegaskan pihaknya akan mengajukan banding. 

“Yang bersangkutan (Yunus) menyatakan akan mengajukan banding. Karena dia merasa tidak pernah membuat keonaran. Mudah-mudahan dengan banding ini ada penurunan hukuman,” tutupnya.[lawjustice]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Peristiwa penyerangan terhadap Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi oleh terdakwa kasus berita hoaks tentang COVID-19, M. Yunus Wahyudi, dinilai sebagai tindakan penghinaan terhadap pengadilan.

Kejadian penyerangan itu mendapat perhatian dari Kepala PN Banyuwangi hingga Pengadilan Tinggi Jawa Timur. “Pimpinan juga berkonsultasi kepada Pengadilan Tinggi Jawa Timur, karena peristiwa ini masuk penghinaan terhadap pengadilan,” kata Humas PN Banyuwangi, I Komang Didiek Prayoga, Jumat (20/8).

Saat ini PN Banyuwangi tengah menyusun kronologis peristiwa penyerangan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur. “Mulai kronologi dari awal sampai akhir. Termasuk bagaimana manajemen risiko selama persidangan. 

Itu sudah baik, karena kita sudah membuat permohonan kepada Polresta untuk pengamanan selama persidangan mengingat banyak yang datang,” tegasnya.

Langkah selanjutnya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Ketua PN Banyuwangi. Namun, yang pasti akan ada konsekuensi hukum yang tegas bagi terdakwa yang melakukan penyerangan terhadap majelis hakim saat persidangan. 

“Tentu langkah-langkah yang kita tempuh supaya tidak terulang lagi peristiwa tersebut di masa mendatang,” tegasnya.

Kuasa Hukum Terdakwa Ajukan Banding

Di sisi lain, kuasa hukum terdakwa, Mohamad Sugiyono menegaskan, peristiwa penyerangan yang dilakukan kliennya terhadap Ketua Majelis Hakim dilakukan tanpa adanya unsur kesengajaan.

“Mungkin karena luapan emosinya, karena tidak sesuai yang diharapkan sehingga terdakwa melakukan penyerangan,” ungkapnya.

Sugiyono menegaskan tindakan kliennya bukan sesuatu yang direncakan. Pemicunya dari tuntutan jaksa penuntut umum 4 tahun dan vonis 3 tahun.

"Dia kurang berkenan sehingga ia melakukan tindakan seperti itu di luar batas saya sebagai kuasa hukumnya,” imbuh Sugiyono.

Terkait vonis yang dijatuhkan hakim, Sugiyono menegaskan pihaknya akan mengajukan banding. 

“Yang bersangkutan (Yunus) menyatakan akan mengajukan banding. Karena dia merasa tidak pernah membuat keonaran. Mudah-mudahan dengan banding ini ada penurunan hukuman,” tutupnya.[lawjustice]

0 Response to "PANAS.. Emosi dengan Dakwaan, Aktivis Anti Masker Serang Ketua Majelis Hakim"

Post a Comment




>