Gempar : Bendera Indonesia dilarang dibentangkan di PIK, ada perintah warga asing?


 

Menjelang hari raya kemerdekaan Indonesia, biasanya masyarakat ramai-ramai memeriahkannya dengan memasang bendera merah putih di sekitar tempat tinggal. Namun, yang terjadi di Pantai Indah Kapuk (PIK) justru sebaliknya. Bendera kebangaan tersebut justru dilarang berkibar.

Kemarin, 17 Agustus 2021, Organisasi Laskar Merah Putih (LMP) berniat membentangkan bendera Indonesia dengan panjang 21 meter di sekitar jembatan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara. Namun, mendadak niat baik mereka dihalangi TNI-Polri dan Satpol PP setempat.

Pihak LMP sempat beradu argumen dengan petugas tiga pilar terkait pelarangan memasang bendera merah putih di jembatan PIK. Sebab, menurut mereka, tak ada yang salah dengan aksi tersebut—apalagi di momen kemerdekaan di bulan Agustus.

Pihak kemanan larang pemasangan bendera Indonesia di PIK. Foto: Ist.
Pihak kemanan larang pemasangan bendera Indonesia di PIK. Foto: Ist.

Namun, pihak keamanan memastikan, larangan pemasangan bendera tak ada kaitannya dengan antinasionalisme dan sebagainya. Mereka menghalangi niat LMP, lantaran khawatir memicu kerumunan di tengah PPKM yang masih berjalan.

Panglima LMP, Daeng Jamal mengatakan, selain memeriahkan HUT RI ke-76, pihaknya sengaja mengibarkan bendera merah putih untuk mematahkan stigma publik yang menyebut PIK sebagai ‘tempat tinggal warga asing’.

“Yang pastinya yang pertama tujuan pembentangan bendera merah putih sepanjang 21 meter itu dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan, jadi momen ini kita gunakan,” ujar Daeng Jamal, dikutip dari Reqnews, Rabu 18 Agustus 2021.

“Termasuk di mana di waktu masa kemerdekaan ini kita ingin membuktikan, selama ini asumsi-asumsi masyarakat keberadaan Pantai Indah Kapuk dianggap dikuasai oleh orang asing,” lanjutnya.

Larangan pemasangan bendera di PIK bukan instruksi warga

Diketahui, sejauh ini, PIK dikenal sebagai kawasan yang dihuni banyak warga asing atau blasteran. Namun, Daeng Jamal memastikan, pelarangan tersebut bukan instruksi mereka, melainkan murni dari pihak manajemen setempat.

“Kami melihat animo masyarakat PIK sebenarnya mendukung hanya pihak manajemen saja, karena di bawah tekanan dan aturan sehingga tidak terlaksana dengan baik. Namun kami tidak putus semangat sampai di sini,” tuturnya.

Pihak LMP pun akhirnya menerima dengan ikhlas larangan pembentangan bendera tersebut. “Kami terima dengan lapang dada karena kami tidak mau ada gesekan dengan siapa pun karena kami cinta NKRI,” tegasnya.

Di kesempatan berbeda, Wakapolsek Metro Penjaringan AKP Arnold Simanjuntak mengatakan, meski pembentangan bendera dilakukan sekitar 20 orang dari pihak LMP, akan tetapi dikhawatirkan masyarakat sekitar akan menyaksikan sehingga terjadi kerumunan.

“Kami kepolisian memutuskan berkoordinasi dengan pihak Koramil juga kita tidak memberikan izin tersebut, karena ini kan masih PPKM sehingga itu dapat menimbulkan kerumunan.”

“Jadi kita tidak memberikan izin, dari pimpinan juga tidak memberikan izin,” kata dia.

Sumber Berita : HOPS

NEXT>>>>>>>

software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


 

Menjelang hari raya kemerdekaan Indonesia, biasanya masyarakat ramai-ramai memeriahkannya dengan memasang bendera merah putih di sekitar tempat tinggal. Namun, yang terjadi di Pantai Indah Kapuk (PIK) justru sebaliknya. Bendera kebangaan tersebut justru dilarang berkibar.

Kemarin, 17 Agustus 2021, Organisasi Laskar Merah Putih (LMP) berniat membentangkan bendera Indonesia dengan panjang 21 meter di sekitar jembatan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara. Namun, mendadak niat baik mereka dihalangi TNI-Polri dan Satpol PP setempat.

Pihak LMP sempat beradu argumen dengan petugas tiga pilar terkait pelarangan memasang bendera merah putih di jembatan PIK. Sebab, menurut mereka, tak ada yang salah dengan aksi tersebut—apalagi di momen kemerdekaan di bulan Agustus.

Pihak kemanan larang pemasangan bendera Indonesia di PIK. Foto: Ist.
Pihak kemanan larang pemasangan bendera Indonesia di PIK. Foto: Ist.

Namun, pihak keamanan memastikan, larangan pemasangan bendera tak ada kaitannya dengan antinasionalisme dan sebagainya. Mereka menghalangi niat LMP, lantaran khawatir memicu kerumunan di tengah PPKM yang masih berjalan.

Panglima LMP, Daeng Jamal mengatakan, selain memeriahkan HUT RI ke-76, pihaknya sengaja mengibarkan bendera merah putih untuk mematahkan stigma publik yang menyebut PIK sebagai ‘tempat tinggal warga asing’.

“Yang pastinya yang pertama tujuan pembentangan bendera merah putih sepanjang 21 meter itu dalam rangka memperingati Proklamasi Kemerdekaan, jadi momen ini kita gunakan,” ujar Daeng Jamal, dikutip dari Reqnews, Rabu 18 Agustus 2021.

“Termasuk di mana di waktu masa kemerdekaan ini kita ingin membuktikan, selama ini asumsi-asumsi masyarakat keberadaan Pantai Indah Kapuk dianggap dikuasai oleh orang asing,” lanjutnya.

Larangan pemasangan bendera di PIK bukan instruksi warga

Diketahui, sejauh ini, PIK dikenal sebagai kawasan yang dihuni banyak warga asing atau blasteran. Namun, Daeng Jamal memastikan, pelarangan tersebut bukan instruksi mereka, melainkan murni dari pihak manajemen setempat.

“Kami melihat animo masyarakat PIK sebenarnya mendukung hanya pihak manajemen saja, karena di bawah tekanan dan aturan sehingga tidak terlaksana dengan baik. Namun kami tidak putus semangat sampai di sini,” tuturnya.

Pihak LMP pun akhirnya menerima dengan ikhlas larangan pembentangan bendera tersebut. “Kami terima dengan lapang dada karena kami tidak mau ada gesekan dengan siapa pun karena kami cinta NKRI,” tegasnya.

Di kesempatan berbeda, Wakapolsek Metro Penjaringan AKP Arnold Simanjuntak mengatakan, meski pembentangan bendera dilakukan sekitar 20 orang dari pihak LMP, akan tetapi dikhawatirkan masyarakat sekitar akan menyaksikan sehingga terjadi kerumunan.

“Kami kepolisian memutuskan berkoordinasi dengan pihak Koramil juga kita tidak memberikan izin tersebut, karena ini kan masih PPKM sehingga itu dapat menimbulkan kerumunan.”

“Jadi kita tidak memberikan izin, dari pimpinan juga tidak memberikan izin,” kata dia.

Sumber Berita : HOPS

NEXT>>>>>>>

0 Response to "Gempar : Bendera Indonesia dilarang dibentangkan di PIK, ada perintah warga asing?"

Post a Comment




>