Dewas KPK Nilai Moeldoko Bakal Rusak Citra Pemerintahan Jokowi

 


Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris heran dengan langkah Moeldoko yang menerima jabatan sebagai Ketua Umum versi KLB Demokrat.

Syamsuddin Haris menilai langkah Moeldoko ini akan merusak citra pemerintah dan dirinya sendiri.

Sebab mengingat, saat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Moeldoko sebagai orang yang ingin mengambilalih Demokrat, Moeldoko mengakui dirinya tidak tahu menau soal internal partai tersebut.

"Saya tak habis pikir kenapa pak Moeldoko mau menerima jabatan ketua umum PD jika hal itu akhirnya merusak citra pemerintahan Presiden @jokowi dan juga citra dirinya sendiri," tulis @sy_haris di akun Twitter yang dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (6/3/2021).

Sebelumnya pada polemik KLB Demokrat pada Jumat 5 Februari kemarin, Syamsuddin Haris menyinggung perihal konflik partai politik.

"Konflik internal parpol lazimnya dilatari oleh gabungan faktor kegagalan pelembagaan demokrasi internal partai, kepemimpinan partai yang personal dan oligarkis, tata kelola partai yang otoriter, serta campur tangan eksternal, baik atas "undangan" internal maupun tidak," kata dia.

Kata dia, partai-partai politik harus melembagakan demokrasi internal (intra-party democracy) jika sungguh-sungguh ingin mewujudkan demokr asi di tingkat negara.

"Bila elite politik sudah berlaku otoriter di tingkat partai, maka hampir pasti akan berlaku sama saat berkuasa di tingkat negara," ujarnya.

Menurutnya, hampir semua parpol pernah selenggarakan kongres, muktamar, atau munas luar biasa. Namun semua tahu, hasilnya tidak pernah luar biasa.

"Hasilnya biasa-biasa saja, karena mereka tidak bicara nasib rakyat, tapi --meminjam Harold Lasswell-- hanya soal siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nampaknya benar-benar kecewa kepada Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. SBY menyesal pernah memberinya jabatan Panglima TNI.

Kekecewaan mantan Presiden keenam itu lantaran KSP Moeldoko terlibat aktif dalam persekongkolan operasi penggulingan AHY sebagai Ketum Demokrat yang sah melalui Kongres Luar Biasa (KLB). KLB Deli Serdang, Sumut itu digagas oleh kader-kader Demokrat yang telah dipecat dan mendaulat Moeldoko sebagai Ketua Umum periode 2021-2026.

"(Keterlibatan Moeldoko dalam persekongkolan itu) hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI. Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberi jabatan dan kepercayaan kepadanya. Saya mohon ampun kehadirat Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa atas kesalahan saya itu," ujarnya dalam konferensi persnya di Puri Cikeas, Jumat malam (5/3/2021).[]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit

 


Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris heran dengan langkah Moeldoko yang menerima jabatan sebagai Ketua Umum versi KLB Demokrat.

Syamsuddin Haris menilai langkah Moeldoko ini akan merusak citra pemerintah dan dirinya sendiri.

Sebab mengingat, saat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Moeldoko sebagai orang yang ingin mengambilalih Demokrat, Moeldoko mengakui dirinya tidak tahu menau soal internal partai tersebut.

"Saya tak habis pikir kenapa pak Moeldoko mau menerima jabatan ketua umum PD jika hal itu akhirnya merusak citra pemerintahan Presiden @jokowi dan juga citra dirinya sendiri," tulis @sy_haris di akun Twitter yang dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (6/3/2021).

Sebelumnya pada polemik KLB Demokrat pada Jumat 5 Februari kemarin, Syamsuddin Haris menyinggung perihal konflik partai politik.

"Konflik internal parpol lazimnya dilatari oleh gabungan faktor kegagalan pelembagaan demokrasi internal partai, kepemimpinan partai yang personal dan oligarkis, tata kelola partai yang otoriter, serta campur tangan eksternal, baik atas "undangan" internal maupun tidak," kata dia.

Kata dia, partai-partai politik harus melembagakan demokrasi internal (intra-party democracy) jika sungguh-sungguh ingin mewujudkan demokr asi di tingkat negara.

"Bila elite politik sudah berlaku otoriter di tingkat partai, maka hampir pasti akan berlaku sama saat berkuasa di tingkat negara," ujarnya.

Menurutnya, hampir semua parpol pernah selenggarakan kongres, muktamar, atau munas luar biasa. Namun semua tahu, hasilnya tidak pernah luar biasa.

"Hasilnya biasa-biasa saja, karena mereka tidak bicara nasib rakyat, tapi --meminjam Harold Lasswell-- hanya soal siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nampaknya benar-benar kecewa kepada Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. SBY menyesal pernah memberinya jabatan Panglima TNI.

Kekecewaan mantan Presiden keenam itu lantaran KSP Moeldoko terlibat aktif dalam persekongkolan operasi penggulingan AHY sebagai Ketum Demokrat yang sah melalui Kongres Luar Biasa (KLB). KLB Deli Serdang, Sumut itu digagas oleh kader-kader Demokrat yang telah dipecat dan mendaulat Moeldoko sebagai Ketua Umum periode 2021-2026.

"(Keterlibatan Moeldoko dalam persekongkolan itu) hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI. Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberi jabatan dan kepercayaan kepadanya. Saya mohon ampun kehadirat Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa atas kesalahan saya itu," ujarnya dalam konferensi persnya di Puri Cikeas, Jumat malam (5/3/2021).[]

0 Response to "Dewas KPK Nilai Moeldoko Bakal Rusak Citra Pemerintahan Jokowi"

Post a Comment




>