Breakingnews Hasil Investigasi Komnas HAM, 2 Oknum Polisi Diduga Eksekutor 4 Anggota FP1


ContentMenarik -  Hasil investigasi Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) terkait tewasnya empat anggota Front Pembela Islam (FP1) tegas. Polisi melanggar HAM. Petugas dinilai tidak menghindari adanya korban lebih banyak dalam peristiwa Karawang terebut.

Dari keterangan yang disampaikan Komnas HAM kemarin (8/1), empat orang yang dibawa dalam satu mobil tewas. Alasannya, adanya perlawanan. Dari tiga petugas yang berada di dalam mobil. Dua diantaranya telah dimintai keterangan. Diduga sebagai eksekutor.

Komnas HAM juga mengakui jika pihaknya telah mengantongi dua identitas petugas tersebut. Beserta pangkatnya. Selanjutnya direkomendasikan dikenakan pidana. Alasannya, bisa diuji. Apakah benar atau tidak dua petugas sebagai eksekutor.

Dari laporan resmi, insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan dua orang Laskar FP1. Subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan laskar FP1. Bahkan dengan menggunakan senjata api.

Sedangkan, terkait peristiwa Km 50 ke atas terhadap empat orang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara, yang kemudian juga ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut merupakan bentuk dari Peristiwa Pelanggaran HAM.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, terdapat keterangan di daerah Rest Area Km 54 anggota FP1 yang masih hidup dan diturunkan. Terdapat dua orang yang diduga telah meninggal. Dengan satu duduk di mobil dan satu telah luka tembak.

Kemudian, terlihat petugas melakukan kekerasan terhadap orang yang masih hidup memerintahkan jongkok dan tiarap. “Terlihat beberapa bukti yang ditaruh di meja di salah satu warung oleh petugas. Karena terlihat orang hidup dimasukkan ke mobil petugas,” terangnya.

Ia melanjutkan,dari keterangan saksi, terdengar perintah petugas untuk menghapus rekaman dan periksa handphone. Saksi juga mendengar keterangan petugas, bahwa peristiwa ini terkait narkoba dan juga terkait terorisme.

“Terdengar bunyi tembakan ada bunyi tembakan di daerah Karawang Jalan International Karawang sebelum di tol Karawang Barat,” terangnya.

Hanya saja, kata Anam, jika mobil laskar FP1 tidak menunggu mobil petugas dan langsung pergi, insiden ini tidak akan terjadi. Menurutnya, peristiwa ini terjadi karena adanya mobil laskar FP1 yang justru ingin mengecoh mobil petugas.

“Kalau saja (lascar FP1-red) tidak menunggu (petugas-red), kemungkinan terbesar peristiwa ini tidak akan terjadi. Karena mobil petugas pada dasarnya sudah tertinggal. Dan kenapa justru ditunggu,” kata Anam.

Anam melanjutkan, dua korban yang meninggal pertama dan tidak menjadi pelanggaran HAM adalah Andi Oktavian dan Faiz. Sisanya, identifikasinya sudah tersebar di publik.

Di tempat sama, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menambahkan, pihaknya akan melaporkan hasil investigasi ke presiden. Komnas HAM juga meminta waktu kesediaan presiden untuk memberikan laporan secara langsung.

Meskipun secara Undang-Undang tidak ada aturan yang menyebut jika seusai penyelidikan Komnas HAM harus dilaporkan ke presiden. “Kami harap presiden bisa menindaklanjuti sebagaimana rekomendasi yang sudah kami sampaikan. Karena presiden menyebut mempercayakan Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan,” katanya.

Menurutnya, Komnas HAM sebagai lembaga independen telah bertindak sesuai koridor. Rekomendasi dan laporan Komnas HAM juga akan dipercaya hingga tingkat internasional. “Saya rasa tidak perlu ada pertanyaan apakah perlu ke Internasional. Karena secara lembaga, kami sudah terakreditasi A dan kami yakin, lembaga HAM internasional juga akan percaya ke kami,” tandasnya. []

software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


ContentMenarik -  Hasil investigasi Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) terkait tewasnya empat anggota Front Pembela Islam (FP1) tegas. Polisi melanggar HAM. Petugas dinilai tidak menghindari adanya korban lebih banyak dalam peristiwa Karawang terebut.

Dari keterangan yang disampaikan Komnas HAM kemarin (8/1), empat orang yang dibawa dalam satu mobil tewas. Alasannya, adanya perlawanan. Dari tiga petugas yang berada di dalam mobil. Dua diantaranya telah dimintai keterangan. Diduga sebagai eksekutor.

Komnas HAM juga mengakui jika pihaknya telah mengantongi dua identitas petugas tersebut. Beserta pangkatnya. Selanjutnya direkomendasikan dikenakan pidana. Alasannya, bisa diuji. Apakah benar atau tidak dua petugas sebagai eksekutor.

Dari laporan resmi, insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan dua orang Laskar FP1. Subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan laskar FP1. Bahkan dengan menggunakan senjata api.

Sedangkan, terkait peristiwa Km 50 ke atas terhadap empat orang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara, yang kemudian juga ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut merupakan bentuk dari Peristiwa Pelanggaran HAM.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, terdapat keterangan di daerah Rest Area Km 54 anggota FP1 yang masih hidup dan diturunkan. Terdapat dua orang yang diduga telah meninggal. Dengan satu duduk di mobil dan satu telah luka tembak.

Kemudian, terlihat petugas melakukan kekerasan terhadap orang yang masih hidup memerintahkan jongkok dan tiarap. “Terlihat beberapa bukti yang ditaruh di meja di salah satu warung oleh petugas. Karena terlihat orang hidup dimasukkan ke mobil petugas,” terangnya.

Ia melanjutkan,dari keterangan saksi, terdengar perintah petugas untuk menghapus rekaman dan periksa handphone. Saksi juga mendengar keterangan petugas, bahwa peristiwa ini terkait narkoba dan juga terkait terorisme.

“Terdengar bunyi tembakan ada bunyi tembakan di daerah Karawang Jalan International Karawang sebelum di tol Karawang Barat,” terangnya.

Hanya saja, kata Anam, jika mobil laskar FP1 tidak menunggu mobil petugas dan langsung pergi, insiden ini tidak akan terjadi. Menurutnya, peristiwa ini terjadi karena adanya mobil laskar FP1 yang justru ingin mengecoh mobil petugas.

“Kalau saja (lascar FP1-red) tidak menunggu (petugas-red), kemungkinan terbesar peristiwa ini tidak akan terjadi. Karena mobil petugas pada dasarnya sudah tertinggal. Dan kenapa justru ditunggu,” kata Anam.

Anam melanjutkan, dua korban yang meninggal pertama dan tidak menjadi pelanggaran HAM adalah Andi Oktavian dan Faiz. Sisanya, identifikasinya sudah tersebar di publik.

Di tempat sama, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menambahkan, pihaknya akan melaporkan hasil investigasi ke presiden. Komnas HAM juga meminta waktu kesediaan presiden untuk memberikan laporan secara langsung.

Meskipun secara Undang-Undang tidak ada aturan yang menyebut jika seusai penyelidikan Komnas HAM harus dilaporkan ke presiden. “Kami harap presiden bisa menindaklanjuti sebagaimana rekomendasi yang sudah kami sampaikan. Karena presiden menyebut mempercayakan Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan,” katanya.

Menurutnya, Komnas HAM sebagai lembaga independen telah bertindak sesuai koridor. Rekomendasi dan laporan Komnas HAM juga akan dipercaya hingga tingkat internasional. “Saya rasa tidak perlu ada pertanyaan apakah perlu ke Internasional. Karena secara lembaga, kami sudah terakreditasi A dan kami yakin, lembaga HAM internasional juga akan percaya ke kami,” tandasnya. []

0 Response to "Breakingnews Hasil Investigasi Komnas HAM, 2 Oknum Polisi Diduga Eksekutor 4 Anggota FP1"

Post a comment




>