2 Remaja Bocah Pembuat Parodi Indonesia Raya Dipidana, Kak Seto Bandingkan dengan RJ Penghina Jokowi


ContentMenarik -  Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi memberikan pandangannya terhadap dua anak bermasalah dengan hukum akibat memarodikan lagu Indonesia Raya. Menurut Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi, perilaku tak baik kedua anak itu memiliki kemiripan dengan perbuatan seorang remaja berusia enam belas tahun, berinisial RJ, yang tinggal di Kembangan Jakarta Barat.

Pada Mei 2018, di akun media sosialnya, RJ mengeluarkan ancaman akan menembak sambil menunjuk-nunjuk foto Presiden Jokowi.

Tidak hanya penyerangan verbal terhadap kepala negara, dari sudut pandang psikologi ancaman pembunuhan sedemikian rupa merupakan hal serius. 

Namun hingga kini tidak ada kejelasan tentang bagaimana perjalanan kasus itu berikutnya. Apa yang dilalui RJ pascamelakukan kegemparan itu, tidak pernah diberitakan di media massa.

"Kelakuan memarodikan lagu kebangsaan, seperti juga tingkah laku RJ, memang tidak patut dipersepsikan sebagai lelucon belaka. Muatannya sangat tidak lucu," kata Kak Seto, Rabu (6/1).

Para pelakunya, lanjutnya, tidak patut ditiru dan sudah selayaknya dijatuhi tindakan. "Pertanyaannya, haruskah tindakan yang diberikan kepada para pelaku berupa hukuman pidana?," sambungnya.

Kak Seto berpendapat, aneh bila kecaman yang mempersoalkan sisi nasionalisme warga negara tidak pernah dikenakan kepada mereka yang berbuat pidana lainnya. Jadi, ketika dua anak pembuat parodi tadi dijuluki sebagai pelaku pidana dan tuna nasionalisme, para orang dewasa yang melakukan kriminalitas dengan bobot jauh lebih serius justru disebut hanya sebatas sebagai pelaku pidana.

Fakta bahwa perbuatan mereka merupakan tusukan langsung terhadap berbagai sendi kehidupan bernegara dan berbangsa, serta memorak-porandakan berbagai sumber kesejahteraan masyarakat, menurut Kak Seto, justru tidak pernah dinarasikan ke publik sebagai kondisi tuna nasionalisme. 

"Apalagi dijadikan sebagai unsur pemberatan sanksi pidana," tandas Kak Seto.

Parodi lagu Indonesia raya sempat membuat gempar Indonesia setelah viral di medsos. Pelakunya merupakan dua bocah berinisial NJ (11) dan MDF (16) yang mengedit lagu kebangsaan Indonesia Raya. []

software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


ContentMenarik -  Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi memberikan pandangannya terhadap dua anak bermasalah dengan hukum akibat memarodikan lagu Indonesia Raya. Menurut Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi, perilaku tak baik kedua anak itu memiliki kemiripan dengan perbuatan seorang remaja berusia enam belas tahun, berinisial RJ, yang tinggal di Kembangan Jakarta Barat.

Pada Mei 2018, di akun media sosialnya, RJ mengeluarkan ancaman akan menembak sambil menunjuk-nunjuk foto Presiden Jokowi.

Tidak hanya penyerangan verbal terhadap kepala negara, dari sudut pandang psikologi ancaman pembunuhan sedemikian rupa merupakan hal serius. 

Namun hingga kini tidak ada kejelasan tentang bagaimana perjalanan kasus itu berikutnya. Apa yang dilalui RJ pascamelakukan kegemparan itu, tidak pernah diberitakan di media massa.

"Kelakuan memarodikan lagu kebangsaan, seperti juga tingkah laku RJ, memang tidak patut dipersepsikan sebagai lelucon belaka. Muatannya sangat tidak lucu," kata Kak Seto, Rabu (6/1).

Para pelakunya, lanjutnya, tidak patut ditiru dan sudah selayaknya dijatuhi tindakan. "Pertanyaannya, haruskah tindakan yang diberikan kepada para pelaku berupa hukuman pidana?," sambungnya.

Kak Seto berpendapat, aneh bila kecaman yang mempersoalkan sisi nasionalisme warga negara tidak pernah dikenakan kepada mereka yang berbuat pidana lainnya. Jadi, ketika dua anak pembuat parodi tadi dijuluki sebagai pelaku pidana dan tuna nasionalisme, para orang dewasa yang melakukan kriminalitas dengan bobot jauh lebih serius justru disebut hanya sebatas sebagai pelaku pidana.

Fakta bahwa perbuatan mereka merupakan tusukan langsung terhadap berbagai sendi kehidupan bernegara dan berbangsa, serta memorak-porandakan berbagai sumber kesejahteraan masyarakat, menurut Kak Seto, justru tidak pernah dinarasikan ke publik sebagai kondisi tuna nasionalisme. 

"Apalagi dijadikan sebagai unsur pemberatan sanksi pidana," tandas Kak Seto.

Parodi lagu Indonesia raya sempat membuat gempar Indonesia setelah viral di medsos. Pelakunya merupakan dua bocah berinisial NJ (11) dan MDF (16) yang mengedit lagu kebangsaan Indonesia Raya. []

0 Response to "2 Remaja Bocah Pembuat Parodi Indonesia Raya Dipidana, Kak Seto Bandingkan dengan RJ Penghina Jokowi"

Post a Comment




>