Nyatakan Pasien Meninggal Positif Covid-19, Rumah Sakit di Jawa Tengah Digugat 5 Miliar


Seorang istri tak terima suaminya meninggal berstatus positif Covid-19. 

Ia pun menuntut pihak rumah sakit. 

Tuntutannya pun mencapai Rp 5 miliar. 


Tidak terima anggota keluarganya dinyatakan meninggal karena Covid-19, Ayom, warga Purwokerto Selatan melaporkan RSU Dadi Keluarga ke Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto. 


Ayom selaku penggugat merasa tidak terima jika suaminya, yaitu Hanta Novianto yang meninggal pada April 2020 lalu itu karena Covid-19. 


Padahal hasil pemeriksaan terhadap Hanta Novianto negatif dari Covid-19. 

Karena merasa tidak terima, penggugat memilih penyelesaian melalui jalur hukum.


Melalui kuasa hukumnya, Dwi Amilono SH melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Purwokerto, pada Senin (21/12/2020).         

"Keluarga merasa dirugikan, sebab disinyalir RS Dadi Keluarga melakukan perbuatan melawan hukum," ujarnya, Selasa (22/12/2020). 

Gugatan yang dilayangkan yaitu tentang pasal KUH Perdata 1365 1367. 

"Itu pasal umumnya, ada beberapa pasal yang lebih dalam lagi, itu nanti di persidangan saja. 

Gugatannya perdata dengan tuntutan Rp 5 miliar lebih," jelasnya. 

Sebagai kuasa hukum ia mengatakan sebelumnya sempat melayangkan somasi 2 kali kepada pihak rumah sakit. 


Menurutnya, pihak rumah sakit telah melakukan perbuatan melawan hukum dan diduga karena kelalaian sehingga hilangnya sebuah nyawa. 


"Oleh pihak RS dinyatakan positif Covid-19 kemudian pemakaman pun dilakukan secara Covid. 


Tak hanya itu, korban pun dikucilkan, lalu keluar dari tempat tinggalnya," jelasnya. 


Diketahui bahwa korban masuk RS pada 26 April 2020 lalu.


Kemudian pada 28 April 2020, korban dinyatakan meninggal karena Covid-19 oleh pihak rumah sakit. 


Barulah pada 15 Oktober 2020, muncul surat resmi bahwa korban sebenarnya negatif Covid-19. 


"Itu surat resmi dan stempel basah," katanya. 


Pihak RS Dadi Keluarga melalui kuasa hukumnya Doddy Prijo, Sembodo mengatakan jika saat itu pasien dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh. 


Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, rumah sakit berkesimpulan pasien berstatus PDP. 


"Kami menghormati langkah hukum yang diambil oleh keluarga pasien. 


Saat itu korban berstatus PDP gejala berat dan tindakan medis pemulasaraan jenazah pasien PDP sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19)," jelasnya. 

software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Seorang istri tak terima suaminya meninggal berstatus positif Covid-19. 

Ia pun menuntut pihak rumah sakit. 

Tuntutannya pun mencapai Rp 5 miliar. 


Tidak terima anggota keluarganya dinyatakan meninggal karena Covid-19, Ayom, warga Purwokerto Selatan melaporkan RSU Dadi Keluarga ke Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto. 


Ayom selaku penggugat merasa tidak terima jika suaminya, yaitu Hanta Novianto yang meninggal pada April 2020 lalu itu karena Covid-19. 


Padahal hasil pemeriksaan terhadap Hanta Novianto negatif dari Covid-19. 

Karena merasa tidak terima, penggugat memilih penyelesaian melalui jalur hukum.


Melalui kuasa hukumnya, Dwi Amilono SH melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Purwokerto, pada Senin (21/12/2020).         

"Keluarga merasa dirugikan, sebab disinyalir RS Dadi Keluarga melakukan perbuatan melawan hukum," ujarnya, Selasa (22/12/2020). 

Gugatan yang dilayangkan yaitu tentang pasal KUH Perdata 1365 1367. 

"Itu pasal umumnya, ada beberapa pasal yang lebih dalam lagi, itu nanti di persidangan saja. 

Gugatannya perdata dengan tuntutan Rp 5 miliar lebih," jelasnya. 

Sebagai kuasa hukum ia mengatakan sebelumnya sempat melayangkan somasi 2 kali kepada pihak rumah sakit. 


Menurutnya, pihak rumah sakit telah melakukan perbuatan melawan hukum dan diduga karena kelalaian sehingga hilangnya sebuah nyawa. 


"Oleh pihak RS dinyatakan positif Covid-19 kemudian pemakaman pun dilakukan secara Covid. 


Tak hanya itu, korban pun dikucilkan, lalu keluar dari tempat tinggalnya," jelasnya. 


Diketahui bahwa korban masuk RS pada 26 April 2020 lalu.


Kemudian pada 28 April 2020, korban dinyatakan meninggal karena Covid-19 oleh pihak rumah sakit. 


Barulah pada 15 Oktober 2020, muncul surat resmi bahwa korban sebenarnya negatif Covid-19. 


"Itu surat resmi dan stempel basah," katanya. 


Pihak RS Dadi Keluarga melalui kuasa hukumnya Doddy Prijo, Sembodo mengatakan jika saat itu pasien dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh. 


Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, rumah sakit berkesimpulan pasien berstatus PDP. 


"Kami menghormati langkah hukum yang diambil oleh keluarga pasien. 


Saat itu korban berstatus PDP gejala berat dan tindakan medis pemulasaraan jenazah pasien PDP sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19)," jelasnya. 

0 Response to "Nyatakan Pasien Meninggal Positif Covid-19, Rumah Sakit di Jawa Tengah Digugat 5 Miliar"

Post a comment




>