Ngeri! Dua Pakar Hukum B0ngkar M0dus Aparat, HR5 Makin T0p


ContentMenarik -  Pakar hukum tata negara dan pemerintahan Asep Warlan Yusuf turut berkomentar terkait penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, pemerintah dan polisi telah dianggap tidak adil oleh masyarakat.

“Publik sudah geram melihat pemerintah dan polisi menangani Habib Rizieq. Apalagi polisi terus memakai pasal-pasal pidana kepada Habib Rizieq,” ungkapnya, Sabtu (12/12).

Asep juga mengatakan publik menilai pemerintah dan polisi sedang mempolitisasi hukum. Kondisi seperti ini menurutnya tidak bisa dibiarkan karena bisa menimbulkan kegaduhan hingga berpotensi merusak suasana kondusif.

Bahkan, Asep menyebut kondisi tersebut kontraproduktif dengan upaya penanggulangan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi yang digaungkan pemerintah.

“Di satu sisi, pemerintah terus menyuarakan upaya penanganan pandemi, pemulihan ekonomi, hingga upaya menarik investasi. Namun, dengan situasi yang gaduh seperti saat ini, hal itu menjadi kontraproduktif,” bebernya.

Asep juga menyarankan pemerintah dan polisi segera melakukan tiga hal dalam penanganan kasus Habib Rizieq.

Pertama, hukum jangan sampai dipelintir ke ranah politik. Selanjutnya, pemerintah segera membuka dialog dalam upaya rekonsiliasi.

Terakhir, penerapan aturan hukum jangan melulu mengarah pada ancaman pidana.

“Apalagi, sejak awal, Habib Rizieq sudah menyatakan sikap membuka dialog dengan pemerintah. Publik sudah tidak nyaman dengan situasi gaduh saat ini, perlu segera diakhiri,” kata Asep.

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun tidak mau ketinggalan mengomentari penahanan terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.Refly menilai aparat sudah menarget Habib Rizieq untuk ditangkap dan ditahan.

Menurut Refly, pelanggaran yang dilakukan Habib Rizieq tidak seharusnya berujung penahanan.

“Sebagai ahli hukum, saya melihat dalam kasus ini ada perlakuan tidak adil kepada Habib Rizieq,” kata Refly dikutip GenPI.co dari kanal YouTube pribadinya, Minggu (13/12).

Apalagi, Habib Rizieq sudah membayar denda sebesar Rp 50 juta atas pelanggaran yang dilakukannya.

“Terlepas dari pihak-pihak yang tidak suka terhadap FPI, beliau adalah seorang ulama yang punya banyak pengikut,” ujar Refly Harun.

Refly mengatakan, Habib Rizieq juga sudah membatalkan semua agenda dakwahnya.

Selain itu, sambung Refly, Habib Rizieq juga kehilangan enam anggota laskar FPI untuk selama-lamanya.Refly pun merujuk pada pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD tentang pelanggaran kekarantinaan.

“Pak Mahfud MD sendiri bilang pelanggaran kekarantinaan tidak berimplikasi pada penahanan,” jelas Refly.Dia menambahkan, tidak ada petugas yang membubarkan acara pernikahan putri Habib Rizieq.

“Yang ada justru dari Satgas Covid-19 BNPB membagikan masker,” tutur Refly Harun.(*)Sumber Berita / Artikel Asli : GENPI

NEXT>>>>>>


software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


ContentMenarik -  Pakar hukum tata negara dan pemerintahan Asep Warlan Yusuf turut berkomentar terkait penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, pemerintah dan polisi telah dianggap tidak adil oleh masyarakat.

“Publik sudah geram melihat pemerintah dan polisi menangani Habib Rizieq. Apalagi polisi terus memakai pasal-pasal pidana kepada Habib Rizieq,” ungkapnya, Sabtu (12/12).

Asep juga mengatakan publik menilai pemerintah dan polisi sedang mempolitisasi hukum. Kondisi seperti ini menurutnya tidak bisa dibiarkan karena bisa menimbulkan kegaduhan hingga berpotensi merusak suasana kondusif.

Bahkan, Asep menyebut kondisi tersebut kontraproduktif dengan upaya penanggulangan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi yang digaungkan pemerintah.

“Di satu sisi, pemerintah terus menyuarakan upaya penanganan pandemi, pemulihan ekonomi, hingga upaya menarik investasi. Namun, dengan situasi yang gaduh seperti saat ini, hal itu menjadi kontraproduktif,” bebernya.

Asep juga menyarankan pemerintah dan polisi segera melakukan tiga hal dalam penanganan kasus Habib Rizieq.

Pertama, hukum jangan sampai dipelintir ke ranah politik. Selanjutnya, pemerintah segera membuka dialog dalam upaya rekonsiliasi.

Terakhir, penerapan aturan hukum jangan melulu mengarah pada ancaman pidana.

“Apalagi, sejak awal, Habib Rizieq sudah menyatakan sikap membuka dialog dengan pemerintah. Publik sudah tidak nyaman dengan situasi gaduh saat ini, perlu segera diakhiri,” kata Asep.

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun tidak mau ketinggalan mengomentari penahanan terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.Refly menilai aparat sudah menarget Habib Rizieq untuk ditangkap dan ditahan.

Menurut Refly, pelanggaran yang dilakukan Habib Rizieq tidak seharusnya berujung penahanan.

“Sebagai ahli hukum, saya melihat dalam kasus ini ada perlakuan tidak adil kepada Habib Rizieq,” kata Refly dikutip GenPI.co dari kanal YouTube pribadinya, Minggu (13/12).

Apalagi, Habib Rizieq sudah membayar denda sebesar Rp 50 juta atas pelanggaran yang dilakukannya.

“Terlepas dari pihak-pihak yang tidak suka terhadap FPI, beliau adalah seorang ulama yang punya banyak pengikut,” ujar Refly Harun.

Refly mengatakan, Habib Rizieq juga sudah membatalkan semua agenda dakwahnya.

Selain itu, sambung Refly, Habib Rizieq juga kehilangan enam anggota laskar FPI untuk selama-lamanya.Refly pun merujuk pada pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD tentang pelanggaran kekarantinaan.

“Pak Mahfud MD sendiri bilang pelanggaran kekarantinaan tidak berimplikasi pada penahanan,” jelas Refly.Dia menambahkan, tidak ada petugas yang membubarkan acara pernikahan putri Habib Rizieq.

“Yang ada justru dari Satgas Covid-19 BNPB membagikan masker,” tutur Refly Harun.(*)Sumber Berita / Artikel Asli : GENPI

NEXT>>>>>>


0 Response to "Ngeri! Dua Pakar Hukum B0ngkar M0dus Aparat, HR5 Makin T0p"

Post a comment




>