Edy Mulyadi Dipanggil Polisi Buntut Investigasi KM50, Eks Jubir Gus Dur: PW1 Harus Kawal!


ContentMenarik -  Insiden penembakan yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) kini telah menyeret beberapa pihak untuk dimintai keterangan pihak kepolisian.


Tak hanya saksi dan pihak terkait, polisi kini juga memanggil Edy Mulyadi buntut reportasenya mengenai KM 50 tol Jakarta-Cikampek yang ia kunjungi untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada enam laskar FPI yang tewas Senin dinihari pekan lalu (7/12).

Merespons pemanggilan tersebut, aktivis Adhie Massardi pun mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk turut terlibat dalam mengawal pemanggilan Edy yang juga seorang wartawan senior itu.

"Institusi PWI harus kawal pers yang ungkap kebenaran secara jurnalistik fair," kata Adhie Massardi di akun Twitternya, Senin (14/12).
Hal tersebut disampaikan Adhie yang juga sebagai mantan wartawan ini merujuk pada arahan Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang beberapa waktu lalu.

"Arahan Ilham Bintang, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia agar wartawan tak segan-segan lakukan investigasi tragedi KM 50 bersambut. Salah satunya dr wartawan senior Edy Mulyadi," tegas mantan Jurubicara Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut.

Belum lama ini, Ilham Bintang mendorong wartawan untuk terlibat aktif melakukan investigasi terhadap kasus kematian 6 orang anggota Laskar FPI di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50.

Menurut Ilham Bintang, liputan investigatif oleh wartawan menjadi satu senjata dan sekaligus pembeda dari informasi yang disajikan warganet di media sosial.

Selain itu, langkah wartawan untuk mengungkapkan kasus di Tol Cikampek bukan untuk mencari siapa salah dan siapa benar, melainkan untuk menjalankan fungsi pers yang sesungguhnya sesuai UU 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Wartawan Indonesia.

Edy Mulyadi sendiri belakangan tidak bisa menghadiri panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri lantaran ada agenda kegiatan lain.

"Enggak hadir dulu, ada kegiatan lain. Saya sudah sampaikan ke penyidik," kata Edy saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL.

software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


ContentMenarik -  Insiden penembakan yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) kini telah menyeret beberapa pihak untuk dimintai keterangan pihak kepolisian.


Tak hanya saksi dan pihak terkait, polisi kini juga memanggil Edy Mulyadi buntut reportasenya mengenai KM 50 tol Jakarta-Cikampek yang ia kunjungi untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada enam laskar FPI yang tewas Senin dinihari pekan lalu (7/12).

Merespons pemanggilan tersebut, aktivis Adhie Massardi pun mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk turut terlibat dalam mengawal pemanggilan Edy yang juga seorang wartawan senior itu.

"Institusi PWI harus kawal pers yang ungkap kebenaran secara jurnalistik fair," kata Adhie Massardi di akun Twitternya, Senin (14/12).
Hal tersebut disampaikan Adhie yang juga sebagai mantan wartawan ini merujuk pada arahan Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang beberapa waktu lalu.

"Arahan Ilham Bintang, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia agar wartawan tak segan-segan lakukan investigasi tragedi KM 50 bersambut. Salah satunya dr wartawan senior Edy Mulyadi," tegas mantan Jurubicara Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut.

Belum lama ini, Ilham Bintang mendorong wartawan untuk terlibat aktif melakukan investigasi terhadap kasus kematian 6 orang anggota Laskar FPI di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50.

Menurut Ilham Bintang, liputan investigatif oleh wartawan menjadi satu senjata dan sekaligus pembeda dari informasi yang disajikan warganet di media sosial.

Selain itu, langkah wartawan untuk mengungkapkan kasus di Tol Cikampek bukan untuk mencari siapa salah dan siapa benar, melainkan untuk menjalankan fungsi pers yang sesungguhnya sesuai UU 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Wartawan Indonesia.

Edy Mulyadi sendiri belakangan tidak bisa menghadiri panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri lantaran ada agenda kegiatan lain.

"Enggak hadir dulu, ada kegiatan lain. Saya sudah sampaikan ke penyidik," kata Edy saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL.

0 Response to "Edy Mulyadi Dipanggil Polisi Buntut Investigasi KM50, Eks Jubir Gus Dur: PW1 Harus Kawal!"

Post a comment




>