3 Putri Gus Mus Geram Nama Ayahnya Dicatut untuk Lawan FP1 : Buzzer Pak Jokowi, Stop It!


ContentMenarik -  Putri ulama sekaligus budayawan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, Ienas Tsuroiya, dibuat geram lantaran nama ayahnya dicatut dalam berbagai karya tulisan hingga video. Ironisnya, pencatutan itu digunakan untuk menyerang organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FP1).


Gus Mus adalah sosok berpengaruh dan kharismatik. Namanya kerap dicatut untuk melegitimasi tujuan tertentu bahkan dalam upaya provokatif. Terkai itu, kata Ienas, tidak hanya terjadi saat ini namun sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu.

“Dear para pendukung fanatik Pak Jokowi, buzzer atau bukan. Kalau kalian ingin berkampanye melawan FP1, lakukanlah dengan cara yang baik. Jangan mencatut nama Abah saya, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Setidaknya sudah tiga tahunan ini kami dibuat repot gara-gara ulah kalian. Stop it!,” ujar Ienas melalui akun Twitter miliknya @tsuroiya, dikutip Senin (14/12/2020).



Seperti pada salah satu video yang menayangkan aksi demonstrasi FP1 baru-baru ini, di mana memuat suara Gus Mus tengah membacakan puisi beliau berjudul ‘Allahu Akbar’. Ienas menyayangkan hal itu, sebab puisi tersebut tak ada kaitannya dengan ormas tertentu.

“Sejak pagi tadi, saya menerima beberapa pesan menanyakan video rekaman demo FP1 yang memuat audio Abah membacakan puisi beliau berjudul ‘Allahu Akbar’. Ternyata K*ta K*ta termasuk yang mempostingnya. Tapi syukurlah, barusan saya cek sudah enggak ada. Semoga enggak diposting ulang. Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FP1, itu namanya mengadu-domba,” ujarnya.

Sebelumnya, nama Gus Mus juga dikaitkan dengan sebuah tulisan berjudul ‘Ketika Agama Kehilangan Tuhan’. Dalam tulisan karya orang tak dikenal itu, nama Gus Mus dicatut terkait opini bahwa golongan tertentu menggunakan agama sebagai senjata kejahatan.

“Saya sebut saja salah satu akun buzzer itu: K*ta K*ta. Di tahun 2018, akun ini memposting tulisan orang lain tapi namanya diganti nama Abah. Pasang foto Beliau pula. Saya langsung komplain saat itu juga..... tapi belakangan ini, tulisan itu beredar lagi. Karena penasaran, saya Google lah judul tulisan itu. Ternyata yang muncul adalah postingan K*ta K*ta,” kata Ienas.

Ienas menegaskan, pernyataan yang dirinya sampaikan bukanlah upaya untuk mendukung FP1. Hal tersebut merupakan bentuk kekesalan keluarga atas ulah oknum tak bertanggung jawab. Sebab masih banyak konten lainnya yang membawa-bawa nama Gus Mus.

“Apakah dengan menulis klarifikasi seperti ini, saya mendukung FPI? Oh, tentu tidak. Saya termasuk warga negara yang ikut resah menyaksikan sepak-terjang mereka selama ini, yang sering diwarnai kekerasan, meski dengan alasan ‘nahi mungkar’. Googling saja, banyak korbannya,” kata dia. 
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


ContentMenarik -  Putri ulama sekaligus budayawan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, Ienas Tsuroiya, dibuat geram lantaran nama ayahnya dicatut dalam berbagai karya tulisan hingga video. Ironisnya, pencatutan itu digunakan untuk menyerang organisasi kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FP1).


Gus Mus adalah sosok berpengaruh dan kharismatik. Namanya kerap dicatut untuk melegitimasi tujuan tertentu bahkan dalam upaya provokatif. Terkai itu, kata Ienas, tidak hanya terjadi saat ini namun sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu.

“Dear para pendukung fanatik Pak Jokowi, buzzer atau bukan. Kalau kalian ingin berkampanye melawan FP1, lakukanlah dengan cara yang baik. Jangan mencatut nama Abah saya, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Setidaknya sudah tiga tahunan ini kami dibuat repot gara-gara ulah kalian. Stop it!,” ujar Ienas melalui akun Twitter miliknya @tsuroiya, dikutip Senin (14/12/2020).



Seperti pada salah satu video yang menayangkan aksi demonstrasi FP1 baru-baru ini, di mana memuat suara Gus Mus tengah membacakan puisi beliau berjudul ‘Allahu Akbar’. Ienas menyayangkan hal itu, sebab puisi tersebut tak ada kaitannya dengan ormas tertentu.

“Sejak pagi tadi, saya menerima beberapa pesan menanyakan video rekaman demo FP1 yang memuat audio Abah membacakan puisi beliau berjudul ‘Allahu Akbar’. Ternyata K*ta K*ta termasuk yang mempostingnya. Tapi syukurlah, barusan saya cek sudah enggak ada. Semoga enggak diposting ulang. Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FP1, itu namanya mengadu-domba,” ujarnya.

Sebelumnya, nama Gus Mus juga dikaitkan dengan sebuah tulisan berjudul ‘Ketika Agama Kehilangan Tuhan’. Dalam tulisan karya orang tak dikenal itu, nama Gus Mus dicatut terkait opini bahwa golongan tertentu menggunakan agama sebagai senjata kejahatan.

“Saya sebut saja salah satu akun buzzer itu: K*ta K*ta. Di tahun 2018, akun ini memposting tulisan orang lain tapi namanya diganti nama Abah. Pasang foto Beliau pula. Saya langsung komplain saat itu juga..... tapi belakangan ini, tulisan itu beredar lagi. Karena penasaran, saya Google lah judul tulisan itu. Ternyata yang muncul adalah postingan K*ta K*ta,” kata Ienas.

Ienas menegaskan, pernyataan yang dirinya sampaikan bukanlah upaya untuk mendukung FP1. Hal tersebut merupakan bentuk kekesalan keluarga atas ulah oknum tak bertanggung jawab. Sebab masih banyak konten lainnya yang membawa-bawa nama Gus Mus.

“Apakah dengan menulis klarifikasi seperti ini, saya mendukung FPI? Oh, tentu tidak. Saya termasuk warga negara yang ikut resah menyaksikan sepak-terjang mereka selama ini, yang sering diwarnai kekerasan, meski dengan alasan ‘nahi mungkar’. Googling saja, banyak korbannya,” kata dia. 

0 Response to "3 Putri Gus Mus Geram Nama Ayahnya Dicatut untuk Lawan FP1 : Buzzer Pak Jokowi, Stop It!"

Post a comment




>