Media Asing Soroti Pencalonan Anak Menantu Jokowi


Contentmenarik - Pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo dan menantunya, Bobby Afif Nasution sebagai Walikota Medan telah menyibak perkembangan politik dinasti di Indonesia.

Hal itu menjadi sorotan berbagai media asing, salah satunya The Strait Times dari Singapura. Melalui sebuah artikel berjudul "Mayoral bids by Indonesia President Jokowi's son And son-in-law spark 'political dynasty' debate".

Pencalonan anak dan menantu Jokowi sendiri dianggap telah mengecewakan publik. Pasalnya, selama ini Jokowi dikenal dan dielu-elukan karena, salah satunya, berusaha untuk menjauhkan keluarganya dari politik.

"Orang-orang menganggapnya lebih dari politisi, tetapi seorang negarawan yang tidak mengutamakan kepentingan keluarganya. Itu telah menjadi kekuatannya selama ini. Itu membuatnya sangat menarik dan memberi orang rasa harapan. Jadi sekarang, banyak yang kecewa karena dia telah memberikan berkahnya kepada

putra dan menantunya," ujar pakar politik dari Universitas Paramadina, Dr Djayadi Hanan.

Dalam artikelnya, The Strait Times menulis, nominasi Gibran dan Bobby berfungsi untuk memicu asumsi bahwa Jokowi ingin membuat dinasti politik. Ini pun diperkuat oleh pernyataan Akbar Faizal.

"Nominasi (dari keluarga Jokowi) menunjukkan bahwa dinasti politik tidak hanya tumbuh, tetapi berkembang," ujar Akbar Faizal.

Seperti dikatakan Akbar Faizal, politik dinasti sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh berbagai pemimpin dan politisi di Indonesia.

Pada pemilihan kepala daerah (pilkada) akhir tahun ini saja, putri Wakil Presiden Maruf Amin, Siti Nur Azizah juga ikut bersaing untuk menjadi Walikota Tangerang Selatan.

Putri Presiden Soekarno, Megawati Soekarnoputri menjadi presiden kelima Indonesia. Putri Mega, Puan Maharani menjadi Ketua DPR.

Kemudian putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti saat ini tengah digodok untuk meneruskan kekuasaan.

Dan saat ini, dua anggota keluarga Jokowi yang tidak memiliki pengalaman di bidang politik, berusaha ikut masuk dalam pemerintahan.

“Apa kualifikasi mereka? Apa kemampuan mereka, rekam jejak mereka?" ujar Djayadi Hanan.

Mengingat saat ini tidak ada aturan yang mengatur mengenai pencalonan kerabat politisi untuk jabatan publik, para pakar menyarankan agar pemerintah dan partai politik meningkatkan kriteria pemilihan. Di mana kualitas pendidikan di bidang politik dan administrasi harus ditingkatkan.[Pi]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit

Contentmenarik - Pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo dan menantunya, Bobby Afif Nasution sebagai Walikota Medan telah menyibak perkembangan politik dinasti di Indonesia.

Hal itu menjadi sorotan berbagai media asing, salah satunya The Strait Times dari Singapura. Melalui sebuah artikel berjudul "Mayoral bids by Indonesia President Jokowi's son And son-in-law spark 'political dynasty' debate".

Pencalonan anak dan menantu Jokowi sendiri dianggap telah mengecewakan publik. Pasalnya, selama ini Jokowi dikenal dan dielu-elukan karena, salah satunya, berusaha untuk menjauhkan keluarganya dari politik.

"Orang-orang menganggapnya lebih dari politisi, tetapi seorang negarawan yang tidak mengutamakan kepentingan keluarganya. Itu telah menjadi kekuatannya selama ini. Itu membuatnya sangat menarik dan memberi orang rasa harapan. Jadi sekarang, banyak yang kecewa karena dia telah memberikan berkahnya kepada

putra dan menantunya," ujar pakar politik dari Universitas Paramadina, Dr Djayadi Hanan.

Dalam artikelnya, The Strait Times menulis, nominasi Gibran dan Bobby berfungsi untuk memicu asumsi bahwa Jokowi ingin membuat dinasti politik. Ini pun diperkuat oleh pernyataan Akbar Faizal.

"Nominasi (dari keluarga Jokowi) menunjukkan bahwa dinasti politik tidak hanya tumbuh, tetapi berkembang," ujar Akbar Faizal.

Seperti dikatakan Akbar Faizal, politik dinasti sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh berbagai pemimpin dan politisi di Indonesia.

Pada pemilihan kepala daerah (pilkada) akhir tahun ini saja, putri Wakil Presiden Maruf Amin, Siti Nur Azizah juga ikut bersaing untuk menjadi Walikota Tangerang Selatan.

Putri Presiden Soekarno, Megawati Soekarnoputri menjadi presiden kelima Indonesia. Putri Mega, Puan Maharani menjadi Ketua DPR.

Kemudian putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti saat ini tengah digodok untuk meneruskan kekuasaan.

Dan saat ini, dua anggota keluarga Jokowi yang tidak memiliki pengalaman di bidang politik, berusaha ikut masuk dalam pemerintahan.

“Apa kualifikasi mereka? Apa kemampuan mereka, rekam jejak mereka?" ujar Djayadi Hanan.

Mengingat saat ini tidak ada aturan yang mengatur mengenai pencalonan kerabat politisi untuk jabatan publik, para pakar menyarankan agar pemerintah dan partai politik meningkatkan kriteria pemilihan. Di mana kualitas pendidikan di bidang politik dan administrasi harus ditingkatkan.[Pi]

0 Response to "Media Asing Soroti Pencalonan Anak Menantu Jokowi"

Post a comment




>