Buronan Pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa Tiba Di Tanah Air



Maria Pauline Lumowa, pembobol Bank BNI senilai Rp 1.7 triliun akhirnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten usai diterbangkan langsung dari Serbia.
Dari pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Pauline digelandang dengan memakai baju tahanan Bareskrim Polri berwarna orange dan tangan diborgol.

Selain Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Suyudi Ario Seto ikut mengawal ekstradisi ini.

Dia bahkan tampak mengawal Maria Pauline Lumowa sejak turun dari pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 9790 di Bandara Soetta pada pukul 10.25 itu.

Suyudi kemudian membawa  Maria Pauline Lumowa ke ruang VIP Terminal 3. Maria Pauline Lumowa sendiri sempat menjalani pengecekan kesehatan dan tampak menandatangani berkas.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebelumnya menuturkan, keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik dengan Serbia. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang.

Yasonna mengaku, proses pemulangan terhadap Maria Pauline sempat mendapat gangguan. Namun Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

"Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan," ungkap Yasonna.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.(GLO)

software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Maria Pauline Lumowa, pembobol Bank BNI senilai Rp 1.7 triliun akhirnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten usai diterbangkan langsung dari Serbia.
Dari pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Pauline digelandang dengan memakai baju tahanan Bareskrim Polri berwarna orange dan tangan diborgol.

Selain Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Suyudi Ario Seto ikut mengawal ekstradisi ini.

Dia bahkan tampak mengawal Maria Pauline Lumowa sejak turun dari pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 9790 di Bandara Soetta pada pukul 10.25 itu.

Suyudi kemudian membawa  Maria Pauline Lumowa ke ruang VIP Terminal 3. Maria Pauline Lumowa sendiri sempat menjalani pengecekan kesehatan dan tampak menandatangani berkas.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebelumnya menuturkan, keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik dengan Serbia. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang.

Yasonna mengaku, proses pemulangan terhadap Maria Pauline sempat mendapat gangguan. Namun Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

"Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan," ungkap Yasonna.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.(GLO)

0 Response to "Buronan Pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa Tiba Di Tanah Air"

Post a comment




>