Sudjiwo Tedjo dan Yusril Iza Mahendra Beda Pendapat Soal Agama Musuh Terbesar Pancasila



JAKARTA – Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP, Prof Yudian Wahyudi yang mengatakan agama musuh terbesar Pancasila masih menjadi polemik.

Beberapa tokoh mendukung pernyataan Yudian. Namun tak sedikit pula yang menolak. Bahkan ada yang meminta agar BPIP dibubarkan saja.

Usulan pembubaran BPIP disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

“Lembaga ini memang layak dibubarkan, selain membuat kegaduhan nasional juga berpotensi menyelewengkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” kata Fadli Zon di akun Twitternya beberapa waktu lalu.

BACA: Usul Assalamualaikum Diganti Salam Pancasila, Kepala BPIP Panen Hujatan

Lain halnya dengan Fadli Zon, budayawan Sujiwo Tejo justru setuju dengan pernyataan Yudian bahwa agama musuh terbesar Pancasila.

Menurut Sujiwo Tejo, tidak ada yang salah dengan pernyataan agama musuh terbesar Pancasila.

Menurutnya, Pancasila sudah menyatu dengan agama, sehingga musuh terbesarnya adalah dirinya sendiri.

“Agama sudah menyatu dengan Pancasila di dalam puncak-puncak sosio kulturalnya, bukan peribadatannya,” kata Sujewo Tedjo.

Sujiwo Tejo memberikan perumpamaan tentang musuh terbesar adalah diri sendiri.

Ia mencontohkan musuh terbesar Karni Ilyas adalah Karni Ilyas itu sendiri. Musuh terbesar Jokowi adalah Jokowi sendiri dan musuh terbesar Sujewo Tejo adalah Sujewo Tenjo sendiri.

Karena itu, kata dia, tidak yang salah dengan pernyataan musuh terbesar Pancasila adalah agama. Sebab, agama sudah menyatu dengan Pancasila. Sehingga musuh Pancasila adalah Pancasila itu sendiri.

“Apa salahnya musuh terbesar Pancasila adalah agama? Karena, agama sudah menyatu dengan Pancasila. Masalahnya di mana? Ini perang besar, tapi ada yang lebih besar, memerangi dirimu sendiri,” kata Sujiwo Tejo dalam program acara Indonesia Lawyers Club atau ILC, dikutp Pojoksatu.id, Senin (14/2).

Menurutnya, agama memang berbeda dengan Pancasila. Tapi, puncak-puncak sosio kultural agama ada di Pancasila. Jadi, agama dan Pancasila sudah menjadi satu.

Sementara pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa agama dan Pancasila tidak boleh dipertentangkan.

“Jangan pertentangkan Agama dan Pancasila. Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, negara wajib mendukung, mensupport, dan memfasilitasi agama-agama di Indonesia secara proporsional,” kata Yusril di akun Twitternya, Minggu (23/2).

“Negara tidak boleh mengambil kebijakan yang bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang hidup dan berkembang di Indonesia,” tambah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu. (one/pojoksatu)
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


JAKARTA – Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP, Prof Yudian Wahyudi yang mengatakan agama musuh terbesar Pancasila masih menjadi polemik.

Beberapa tokoh mendukung pernyataan Yudian. Namun tak sedikit pula yang menolak. Bahkan ada yang meminta agar BPIP dibubarkan saja.

Usulan pembubaran BPIP disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

“Lembaga ini memang layak dibubarkan, selain membuat kegaduhan nasional juga berpotensi menyelewengkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” kata Fadli Zon di akun Twitternya beberapa waktu lalu.

BACA: Usul Assalamualaikum Diganti Salam Pancasila, Kepala BPIP Panen Hujatan

Lain halnya dengan Fadli Zon, budayawan Sujiwo Tejo justru setuju dengan pernyataan Yudian bahwa agama musuh terbesar Pancasila.

Menurut Sujiwo Tejo, tidak ada yang salah dengan pernyataan agama musuh terbesar Pancasila.

Menurutnya, Pancasila sudah menyatu dengan agama, sehingga musuh terbesarnya adalah dirinya sendiri.

“Agama sudah menyatu dengan Pancasila di dalam puncak-puncak sosio kulturalnya, bukan peribadatannya,” kata Sujewo Tedjo.

Sujiwo Tejo memberikan perumpamaan tentang musuh terbesar adalah diri sendiri.

Ia mencontohkan musuh terbesar Karni Ilyas adalah Karni Ilyas itu sendiri. Musuh terbesar Jokowi adalah Jokowi sendiri dan musuh terbesar Sujewo Tejo adalah Sujewo Tenjo sendiri.

Karena itu, kata dia, tidak yang salah dengan pernyataan musuh terbesar Pancasila adalah agama. Sebab, agama sudah menyatu dengan Pancasila. Sehingga musuh Pancasila adalah Pancasila itu sendiri.

“Apa salahnya musuh terbesar Pancasila adalah agama? Karena, agama sudah menyatu dengan Pancasila. Masalahnya di mana? Ini perang besar, tapi ada yang lebih besar, memerangi dirimu sendiri,” kata Sujiwo Tejo dalam program acara Indonesia Lawyers Club atau ILC, dikutp Pojoksatu.id, Senin (14/2).

Menurutnya, agama memang berbeda dengan Pancasila. Tapi, puncak-puncak sosio kultural agama ada di Pancasila. Jadi, agama dan Pancasila sudah menjadi satu.

Sementara pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa agama dan Pancasila tidak boleh dipertentangkan.

“Jangan pertentangkan Agama dan Pancasila. Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila, negara wajib mendukung, mensupport, dan memfasilitasi agama-agama di Indonesia secara proporsional,” kata Yusril di akun Twitternya, Minggu (23/2).

“Negara tidak boleh mengambil kebijakan yang bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang hidup dan berkembang di Indonesia,” tambah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu. (one/pojoksatu)

0 Response to "Sudjiwo Tedjo dan Yusril Iza Mahendra Beda Pendapat Soal Agama Musuh Terbesar Pancasila"

Post a comment




>