Hebooh Anak Tewas Disumpal Alquran, Ibu Meraun-raung di Kantor Polisi


Contentmenarik - Anak berusia tiga tahun bernama Fadil tewas disumpal lembaran Alquran dan dijerat tali oleh ayahnya sendiri, Hermanto.

Peristiwa ayah bunuh anak itu terjadi di Gang Anturiam, Perumahan Griya Cipta, Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Hermanto dan istrinya telah ditangkap polisi. Di hadapan petugas, pelaku mengutarakan motif menghabisi anaknya.

Dalam video yang beredar, istri Hermanto yang juga ibunda Fadil meraung-raung di kantor polisi.

Ia tiduran di lantai sambil menangis histeris. Ia tiduran dan merangkul kaki suaminya yang tengah duduk di kursi.

Ia menyalahkan suaminya lantaran menghabisi anak kandungnya. Ia berulangkali memukul suaminya.

Seorang pria yang diduga petugas kepolisian merekam perilaku pasangan suami istri itu saat menjalani pemeriksaan.

“Kenapa baru sekarang sadar, waktu kamu bunuh anak kamu tidak sadar?,” katanya.

“Udah mulai sadar dia anaknya dibunuh, sekarang dia menyalahkan suaminya,” tambahnya.

Istri Hermanto terus menangis. Ia tak mempedulikan perkataan polisi yang sedang memeriksanya. “Kamu bunuh anakku,” katanya kepada sang suami sambil terus menangis.

Ucapan wanita paruh baya itu ditimpali seorang pria yang diduga anggota polisi.

“Iya tapi kan kalian berdua yang bunuh, bukan cuman suamimu yang bunuh,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Tampan Ajun Komisaris Juper Lumbon Toruan mengatakan, Hermanto membunuh anaknya saat melakukan ritual pengusiran makhluk halus.

“Pengakuan pelaku mendapat bisikan gaib untuk ritual pengusiran kuntilanak,” kata Juper.

Juper menambahkan, peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi pada Senin dini hari, 17 Februari 2020. Pelaku mengangkat anaknya ke meja dan memasukkan lembaran Alquran ke mulut korban.

“Lembaran tadi disobek-sobek lalu disumpal ke mulut korban dan dibakar di dalam mulut korban,” kata Juper. Awalnya, Hermanto ingin menyembuhkan penyakit istrinya yang disebut tengah kerasukan mahkluk halus.

Anaknya dijadikan tumbal agar roh halus di dalam tubuh istri Hermanto pindah ke tubuh anaknya dan keluar dari rumah. “Katanya kerasukan kuntilanak, jadi agar istrinya sembuh dilakukan seperti itu,” ucap Juper.

Pelaku kemudian mengambil kawat dari jemuran, lalu melilitkan ke leher anaknya agar si kuntilanak tidak pergi membawa tubuh korban. Video pelaku menangis meraung-raung saat diperiksa di kantor polisi:

(one/pojoksatu)
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit

Contentmenarik - Anak berusia tiga tahun bernama Fadil tewas disumpal lembaran Alquran dan dijerat tali oleh ayahnya sendiri, Hermanto.

Peristiwa ayah bunuh anak itu terjadi di Gang Anturiam, Perumahan Griya Cipta, Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Hermanto dan istrinya telah ditangkap polisi. Di hadapan petugas, pelaku mengutarakan motif menghabisi anaknya.

Dalam video yang beredar, istri Hermanto yang juga ibunda Fadil meraung-raung di kantor polisi.

Ia tiduran di lantai sambil menangis histeris. Ia tiduran dan merangkul kaki suaminya yang tengah duduk di kursi.

Ia menyalahkan suaminya lantaran menghabisi anak kandungnya. Ia berulangkali memukul suaminya.

Seorang pria yang diduga petugas kepolisian merekam perilaku pasangan suami istri itu saat menjalani pemeriksaan.

“Kenapa baru sekarang sadar, waktu kamu bunuh anak kamu tidak sadar?,” katanya.

“Udah mulai sadar dia anaknya dibunuh, sekarang dia menyalahkan suaminya,” tambahnya.

Istri Hermanto terus menangis. Ia tak mempedulikan perkataan polisi yang sedang memeriksanya. “Kamu bunuh anakku,” katanya kepada sang suami sambil terus menangis.

Ucapan wanita paruh baya itu ditimpali seorang pria yang diduga anggota polisi.

“Iya tapi kan kalian berdua yang bunuh, bukan cuman suamimu yang bunuh,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Tampan Ajun Komisaris Juper Lumbon Toruan mengatakan, Hermanto membunuh anaknya saat melakukan ritual pengusiran makhluk halus.

“Pengakuan pelaku mendapat bisikan gaib untuk ritual pengusiran kuntilanak,” kata Juper.

Juper menambahkan, peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi pada Senin dini hari, 17 Februari 2020. Pelaku mengangkat anaknya ke meja dan memasukkan lembaran Alquran ke mulut korban.

“Lembaran tadi disobek-sobek lalu disumpal ke mulut korban dan dibakar di dalam mulut korban,” kata Juper. Awalnya, Hermanto ingin menyembuhkan penyakit istrinya yang disebut tengah kerasukan mahkluk halus.

Anaknya dijadikan tumbal agar roh halus di dalam tubuh istri Hermanto pindah ke tubuh anaknya dan keluar dari rumah. “Katanya kerasukan kuntilanak, jadi agar istrinya sembuh dilakukan seperti itu,” ucap Juper.

Pelaku kemudian mengambil kawat dari jemuran, lalu melilitkan ke leher anaknya agar si kuntilanak tidak pergi membawa tubuh korban. Video pelaku menangis meraung-raung saat diperiksa di kantor polisi:

(one/pojoksatu)

0 Response to "Hebooh Anak Tewas Disumpal Alquran, Ibu Meraun-raung di Kantor Polisi"

Post a comment




>