Ahok Buka Suara Soal Kisruh Revitalisasi Monas oleh Gubernur Anies



Dalam beberapa hari terakhir, keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merevitalisasi kawasan Monas menjadi polemik.

Bahkan, silang pendapat pun terjadi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.


Pemprov DKI Jakarta kala tu begitu ngotot untuk menjalankan proyek tersebut. Kendati belum ada izin dari Sekretariat Negara.

Polemik revitalisasi Monas pun sampai ke telinga eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ahok angkat bicara terkait hal itu.

"Lupa dah gue," kata Ahok yang mengaku tidak terlalu mengingat secara rinci revitalisasi kawasan Monas pada wartawan.

Satu yang pasti, menurut Ahok, revitalisasi kala itu menyasar bagian bawah tanah kawasan Monas. Desain itu sudah selesai.

Harapannya, seiring keberadaan MRT, maka ke Balai Kota bisa melalui spot bawah tanah itu. Di spot itu pun banyak UMKM hingga parkir mobil.

"Itu yang saya tahu dulu. Sudah ada design selesai waktu itu terhambat dulu kayaknya menhan (Menteri Pertahanan) nyimpen tank, nggak mungkin," kata Ahok yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurabaya pun tak ragu menyebut bahwa revitalisasi kawasan tersebut keliru.

KLHK memandang, revitalisasi Monas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Dalam prosedur, Keppres 25/1995 itu terlihat sekali indikasi bahwa pekerjaan yang secara fisik sudah dilakukan di Monas itu tidak sesuai prosedur," kata Siti di kompleks Istana Kepresidenan awal pekan lalu.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut Pemprov DKI Jakarta belum ada mengirimkan surat terkait revitalisasi kawasan Monas.

Surat yang diajukan baru terkait dengan pembangunan fase MRT di kawasan Monas dan gelaran Formula E.

"Diskusi sangat alot, pertimbangan banyak hal. Itu adalah keputusan pengarah yang memutuskan. Oke letaknya di sini. Itu yang pertama. Kedua adalah juga dalam hal rencana Formula E. Itu yang juga akan memanfaatkan zona Monas. Dalam hal ini DKI juga ajukan surat persetujuan kepada Dewan Pengarah," kata Pratikno

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta sepakat menunda revitalisasi kawasan Monas.

Revitalisasi akan dilanjut setelah ada izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Pratikno.

"Di dalam pertemuan kami dengan eksekutif, revitalisasi sementara dihentikan menunggu surat dari pada Komisi Pengarah," ujarnya.

Hal itu disampaikan Prasetio usai rapat dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Saefullah turut mendampingi Prasetio yang menyampaikan hasil pertemuan. (cnbcindonesia.com).
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Dalam beberapa hari terakhir, keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merevitalisasi kawasan Monas menjadi polemik.

Bahkan, silang pendapat pun terjadi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.


Pemprov DKI Jakarta kala tu begitu ngotot untuk menjalankan proyek tersebut. Kendati belum ada izin dari Sekretariat Negara.

Polemik revitalisasi Monas pun sampai ke telinga eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ahok angkat bicara terkait hal itu.

"Lupa dah gue," kata Ahok yang mengaku tidak terlalu mengingat secara rinci revitalisasi kawasan Monas pada wartawan.

Satu yang pasti, menurut Ahok, revitalisasi kala itu menyasar bagian bawah tanah kawasan Monas. Desain itu sudah selesai.

Harapannya, seiring keberadaan MRT, maka ke Balai Kota bisa melalui spot bawah tanah itu. Di spot itu pun banyak UMKM hingga parkir mobil.

"Itu yang saya tahu dulu. Sudah ada design selesai waktu itu terhambat dulu kayaknya menhan (Menteri Pertahanan) nyimpen tank, nggak mungkin," kata Ahok yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurabaya pun tak ragu menyebut bahwa revitalisasi kawasan tersebut keliru.

KLHK memandang, revitalisasi Monas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Dalam prosedur, Keppres 25/1995 itu terlihat sekali indikasi bahwa pekerjaan yang secara fisik sudah dilakukan di Monas itu tidak sesuai prosedur," kata Siti di kompleks Istana Kepresidenan awal pekan lalu.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut Pemprov DKI Jakarta belum ada mengirimkan surat terkait revitalisasi kawasan Monas.

Surat yang diajukan baru terkait dengan pembangunan fase MRT di kawasan Monas dan gelaran Formula E.

"Diskusi sangat alot, pertimbangan banyak hal. Itu adalah keputusan pengarah yang memutuskan. Oke letaknya di sini. Itu yang pertama. Kedua adalah juga dalam hal rencana Formula E. Itu yang juga akan memanfaatkan zona Monas. Dalam hal ini DKI juga ajukan surat persetujuan kepada Dewan Pengarah," kata Pratikno

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta sepakat menunda revitalisasi kawasan Monas.

Revitalisasi akan dilanjut setelah ada izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Pratikno.

"Di dalam pertemuan kami dengan eksekutif, revitalisasi sementara dihentikan menunggu surat dari pada Komisi Pengarah," ujarnya.

Hal itu disampaikan Prasetio usai rapat dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Saefullah turut mendampingi Prasetio yang menyampaikan hasil pertemuan. (cnbcindonesia.com).

0 Response to "Ahok Buka Suara Soal Kisruh Revitalisasi Monas oleh Gubernur Anies"

Posting Komentar




>