Viral Virus Corona Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist



Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sudah menjadi permasalahan global. Jumlah korban meninggal akibat virus mematikan ini diketahui sudah mencapai lebih dari 100 orang pada Selasa, 28 Januari 2020. Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sudah menjadi permasalahan global. Jumlah korban meninggal akibat virus mematikan ini diketahui sudah mencapai lebih dari 100 orang pada Selasa, 28 Januari 2020.

Ramai diberitakan, virus ini diketahui berasal dari sup kelelawar dan katak yang biasa dikonsumsi orang-orang di sana. Sedangkan, menurut ajaran agama Islam, kelelawar dan katak merupakan dua hewan yang dilarang untuk dibunuh apalagi dimakan.

Melalui tayangan di channel Youtube Permana Cuy, dikutip VIVA, ada sebuah hadis yang membahas kedua binatang tersebut. Dalam hadis itu tertulis:

"Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka," (HR. Al Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shughraa 8: 293 No. 3907, dan Al-Ma’rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadis

ini shahih).

Video yang memuat penjelasan tentang bahaya membunuh katak dan kelalawar lalu dikaitkan dengan virus corona ini pun menjadi viral. Dari hadis yang ditampilkan tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, apalagi dikonsumsi. Para ulama berpandangan, larangan membunuh suatu hewan menunjukkan keharaman bagi kita untuk mengonsumsinya. Karena logikanya, hewan tersebut sudah pasti dibunuh terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram.

Dalam ajaran agama Islam, katak merupakan salah satu hewan yang larang untuk dibunuh. Dan masyarakat di Tiongkok menggunakan katak sebagai sumber pangan yang digemari dan diyakini bahwa katak merupakan sumber makanan yang lezat dan bergizi.

Hal ini bukan tanpa alasan, peneliti dari IPB juga menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda atau cacing gelang yang terdapat pada sistem pencernaan katak. Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan manusia, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu, akan lebih berbahaya lagi ketika cacing tersebut masuk ke dalam pencernaan manusia dan memakan apa yang telah kita makan. Akibatnya, kita akan terus merasa lapar walaupun sudah makan banyak.

Walaupun pada katak mengandung banyak gizi baik, namun gizi tersebut sudah dihabiskan oleh cacing nematoda yang ada dalam pencernaan katak. Dan yang kita makan hanya racun yang berbahaya.

Terkait kehalalan dalam mengonsumsi katak atau kodok memang ada perbedaan pendapat. Tapi, mayoritas mengatakan bahwa memakan katak adalah haram. Ramai diberitakan, virus ini diketahui berasal dari sup kelelawar dan katak yang biasa dikonsumsi orang-orang di sana. Sedangkan, menurut ajaran agama Islam, kelelawar dan katak merupakan dua hewan yang dilarang untuk dibunuh apalagi dimakan.

Melalui tayangan di channel Youtube Permana Cuy, dikutip VIVA, ada sebuah hadis yang membahas kedua binatang tersebut. Dalam hadis itu tertulis:

"Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka," (HR. Al Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shughraa 8: 293 No. 3907, dan Al-Ma’rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadis

ini shahih).

Video yang memuat penjelasan tentang bahaya membunuh katak dan kelalawar lalu dikaitkan dengan virus corona ini pun menjadi viral. Dari hadis yang ditampilkan tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, apalagi dikonsumsi. Para ulama berpandangan, larangan membunuh suatu hewan menunjukkan keharaman bagi kita untuk mengonsumsinya. Karena logikanya, hewan tersebut sudah pasti dibunuh terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram.

Dalam ajaran agama Islam, katak merupakan salah satu hewan yang larang untuk dibunuh. Dan masyarakat di Tiongkok menggunakan katak sebagai sumber pangan yang digemari dan diyakini bahwa katak merupakan sumber makanan yang lezat dan bergizi.

Hal ini bukan tanpa alasan, peneliti dari IPB juga menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda atau cacing gelang yang terdapat pada sistem pencernaan katak. Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan manusia, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu, akan lebih berbahaya lagi ketika cacing tersebut masuk ke dalam pencernaan manusia dan memakan apa yang telah kita makan. Akibatnya, kita akan terus merasa lapar walaupun sudah makan banyak.

Walaupun pada katak mengandung banyak gizi baik, namun gizi tersebut sudah dihabiskan oleh cacing nematoda yang ada dalam pencernaan katak. Dan yang kita makan hanya racun yang berbahaya.

Terkait kehalalan dalam mengonsumsi katak atau kodok memang ada perbedaan pendapat. Tapi, mayoritas mengatakan bahwa memakan katak adalah haram.
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sudah menjadi permasalahan global. Jumlah korban meninggal akibat virus mematikan ini diketahui sudah mencapai lebih dari 100 orang pada Selasa, 28 Januari 2020. Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, sudah menjadi permasalahan global. Jumlah korban meninggal akibat virus mematikan ini diketahui sudah mencapai lebih dari 100 orang pada Selasa, 28 Januari 2020.

Ramai diberitakan, virus ini diketahui berasal dari sup kelelawar dan katak yang biasa dikonsumsi orang-orang di sana. Sedangkan, menurut ajaran agama Islam, kelelawar dan katak merupakan dua hewan yang dilarang untuk dibunuh apalagi dimakan.

Melalui tayangan di channel Youtube Permana Cuy, dikutip VIVA, ada sebuah hadis yang membahas kedua binatang tersebut. Dalam hadis itu tertulis:

"Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka," (HR. Al Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shughraa 8: 293 No. 3907, dan Al-Ma’rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadis

ini shahih).

Video yang memuat penjelasan tentang bahaya membunuh katak dan kelalawar lalu dikaitkan dengan virus corona ini pun menjadi viral. Dari hadis yang ditampilkan tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, apalagi dikonsumsi. Para ulama berpandangan, larangan membunuh suatu hewan menunjukkan keharaman bagi kita untuk mengonsumsinya. Karena logikanya, hewan tersebut sudah pasti dibunuh terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram.

Dalam ajaran agama Islam, katak merupakan salah satu hewan yang larang untuk dibunuh. Dan masyarakat di Tiongkok menggunakan katak sebagai sumber pangan yang digemari dan diyakini bahwa katak merupakan sumber makanan yang lezat dan bergizi.

Hal ini bukan tanpa alasan, peneliti dari IPB juga menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda atau cacing gelang yang terdapat pada sistem pencernaan katak. Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan manusia, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu, akan lebih berbahaya lagi ketika cacing tersebut masuk ke dalam pencernaan manusia dan memakan apa yang telah kita makan. Akibatnya, kita akan terus merasa lapar walaupun sudah makan banyak.

Walaupun pada katak mengandung banyak gizi baik, namun gizi tersebut sudah dihabiskan oleh cacing nematoda yang ada dalam pencernaan katak. Dan yang kita makan hanya racun yang berbahaya.

Terkait kehalalan dalam mengonsumsi katak atau kodok memang ada perbedaan pendapat. Tapi, mayoritas mengatakan bahwa memakan katak adalah haram. Ramai diberitakan, virus ini diketahui berasal dari sup kelelawar dan katak yang biasa dikonsumsi orang-orang di sana. Sedangkan, menurut ajaran agama Islam, kelelawar dan katak merupakan dua hewan yang dilarang untuk dibunuh apalagi dimakan.

Melalui tayangan di channel Youtube Permana Cuy, dikutip VIVA, ada sebuah hadis yang membahas kedua binatang tersebut. Dalam hadis itu tertulis:

"Dari ‘Abdullah bin ‘Amru, ia berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan padaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka," (HR. Al Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shughraa 8: 293 No. 3907, dan Al-Ma’rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadis

ini shahih).

Video yang memuat penjelasan tentang bahaya membunuh katak dan kelalawar lalu dikaitkan dengan virus corona ini pun menjadi viral. Dari hadis yang ditampilkan tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, apalagi dikonsumsi. Para ulama berpandangan, larangan membunuh suatu hewan menunjukkan keharaman bagi kita untuk mengonsumsinya. Karena logikanya, hewan tersebut sudah pasti dibunuh terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram.

Dalam ajaran agama Islam, katak merupakan salah satu hewan yang larang untuk dibunuh. Dan masyarakat di Tiongkok menggunakan katak sebagai sumber pangan yang digemari dan diyakini bahwa katak merupakan sumber makanan yang lezat dan bergizi.

Hal ini bukan tanpa alasan, peneliti dari IPB juga menjelaskan bahwa katak mengandung cacing nematoda atau cacing gelang yang terdapat pada sistem pencernaan katak. Apabila cacing tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan manusia, maka akan mengganggu metabolisme tubuh.

Selain itu, akan lebih berbahaya lagi ketika cacing tersebut masuk ke dalam pencernaan manusia dan memakan apa yang telah kita makan. Akibatnya, kita akan terus merasa lapar walaupun sudah makan banyak.

Walaupun pada katak mengandung banyak gizi baik, namun gizi tersebut sudah dihabiskan oleh cacing nematoda yang ada dalam pencernaan katak. Dan yang kita makan hanya racun yang berbahaya.

Terkait kehalalan dalam mengonsumsi katak atau kodok memang ada perbedaan pendapat. Tapi, mayoritas mengatakan bahwa memakan katak adalah haram.

0 Response to "Viral Virus Corona Sudah Tertulis di Alquran dan Hadist"

Post a comment




>