Suap 91,4 Juta untuk Romi Dibungkus dalam Tas Bank Syariah


Tersangka kasus suap jual beli jabatan Romahurmuziy alias Romi tak hanya menerima suap jual beli jabatan untuk kasus Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hari ini, Romi juga disebut kembali menerima uang Rp91,4 juta untuk meloloskan Muh Muafaq Wirahadi. Uang suap puluhan juta rupiah itu diserahkan Muafaq kepada Romi dengan dibungkus tas sebuah bank syariah prioritas.

"Terdakwa menerima uang seluruhnya sejumlah Rp91,4 juta dari Muh Muafaq Wirahadi. Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya," kata Jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).

Muafaq ialah Kepala Sub Bagian Ortala dan Kepegawaian TU Kanwil Jawa Timur yang berniat menjadi Kepala Kantor Agama Kabupaten Gresik. Namun, namanya tidak masuk dalam tiga kandidat yang dicalonkan. Muafaq pun berinisiatif menemui Haris Hasanudin yang juga sebelumnya memberi suap ke Romi.

Ia juga menemui Abdul Wahab yang juga merupakan sepupu Romi. Atas bantuan Wahab, Muafaq diperkenalkan dengan Romi. Kepada Romi, Muafaq lalu minta bantuan agar bisa menjadi pejabat Kemenag di Gresik.

"Pertengahan Oktober 2018, Terdakwa melakukan pertemuan dengan Muafaq di sebuah hotel di Surabaya. Dalam pertemuan itu Muafaq meminta bantuan Terdakwa untuk menjadikan dirinya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik yang kemudian disanggupi oleh Terdakwa," ujar Jaksa.

Atas perintah Romi, Haris pun memasukkan nama Muafaq ke dalam jajaran calon kandidat. Kemudian pada tanggal 13 Desember 2019 di rumah Romi dirinya bertemu dengan Abdul Wahab dan Muafaq untuk memastikan jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.

"Menindaklanjuti pertemuan tersebut, selanjutnya Terdakwa meminta kepada Mohamad Nur Kholis Setiawan untuk menunjuk Muh Muafaq Wirahadi sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik," jelas Jaksa.

Melalui Haris, Romi mengonfirmasi bahwa Muafaq bakal dilantik. Muafaq pun akhirnya menemui Romi di Hotel Aston Bojonegoro.

Dalam pertemuan itu Romi meminta Muafaq memberikan uang kepada Wahab sebesar Rp41,4 juta.

"Kemudian pada 15 Maret 2019 di Hotel Bumi Surabaya, Terdakwa bertemu dengan Wahab, Muafaq dan Haris. Dalam pertemuan tersebut, Terdakwa menerima uang sejumlah Rp50 juta dalam goodie bag warna hitam," ujar Jaksa.

"Goodie bag itu bertuliskan Mandiri Syariah Priority dengan cara memerintahkan Amin Nuryadi menerimanya secara langsung, yang sesaat kemudian ditangkap oleh petugas KPK," lanjut dia.

Atas perbuatannya itu, Romi pun diancam pidana dalam Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Romi juga diancam pidana dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. [cnn]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit

Tersangka kasus suap jual beli jabatan Romahurmuziy alias Romi tak hanya menerima suap jual beli jabatan untuk kasus Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hari ini, Romi juga disebut kembali menerima uang Rp91,4 juta untuk meloloskan Muh Muafaq Wirahadi. Uang suap puluhan juta rupiah itu diserahkan Muafaq kepada Romi dengan dibungkus tas sebuah bank syariah prioritas.

"Terdakwa menerima uang seluruhnya sejumlah Rp91,4 juta dari Muh Muafaq Wirahadi. Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya," kata Jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).

Muafaq ialah Kepala Sub Bagian Ortala dan Kepegawaian TU Kanwil Jawa Timur yang berniat menjadi Kepala Kantor Agama Kabupaten Gresik. Namun, namanya tidak masuk dalam tiga kandidat yang dicalonkan. Muafaq pun berinisiatif menemui Haris Hasanudin yang juga sebelumnya memberi suap ke Romi.

Ia juga menemui Abdul Wahab yang juga merupakan sepupu Romi. Atas bantuan Wahab, Muafaq diperkenalkan dengan Romi. Kepada Romi, Muafaq lalu minta bantuan agar bisa menjadi pejabat Kemenag di Gresik.

"Pertengahan Oktober 2018, Terdakwa melakukan pertemuan dengan Muafaq di sebuah hotel di Surabaya. Dalam pertemuan itu Muafaq meminta bantuan Terdakwa untuk menjadikan dirinya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik yang kemudian disanggupi oleh Terdakwa," ujar Jaksa.

Atas perintah Romi, Haris pun memasukkan nama Muafaq ke dalam jajaran calon kandidat. Kemudian pada tanggal 13 Desember 2019 di rumah Romi dirinya bertemu dengan Abdul Wahab dan Muafaq untuk memastikan jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.

"Menindaklanjuti pertemuan tersebut, selanjutnya Terdakwa meminta kepada Mohamad Nur Kholis Setiawan untuk menunjuk Muh Muafaq Wirahadi sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik," jelas Jaksa.

Melalui Haris, Romi mengonfirmasi bahwa Muafaq bakal dilantik. Muafaq pun akhirnya menemui Romi di Hotel Aston Bojonegoro.

Dalam pertemuan itu Romi meminta Muafaq memberikan uang kepada Wahab sebesar Rp41,4 juta.

"Kemudian pada 15 Maret 2019 di Hotel Bumi Surabaya, Terdakwa bertemu dengan Wahab, Muafaq dan Haris. Dalam pertemuan tersebut, Terdakwa menerima uang sejumlah Rp50 juta dalam goodie bag warna hitam," ujar Jaksa.

"Goodie bag itu bertuliskan Mandiri Syariah Priority dengan cara memerintahkan Amin Nuryadi menerimanya secara langsung, yang sesaat kemudian ditangkap oleh petugas KPK," lanjut dia.

Atas perbuatannya itu, Romi pun diancam pidana dalam Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Romi juga diancam pidana dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. [cnn]

0 Response to "Suap 91,4 Juta untuk Romi Dibungkus dalam Tas Bank Syariah"

Post a comment




>