Pemakan Kucing Hidup Menyerahkan Diri, Begini Pengakuan Keluarga


Setelah buron beberapa hari, Abah Grandong, pria pemakan kucing hidup-hidup di Kemayoran, Jakarta Pusat akhirnya menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (1/8) siang. Dia tiba pukul 15.59 WIB diantar oleh keluarganya dari Banten.

Saat tiba, pria yang berprofesi sebagai centeng di lahan sengketa kawasan Kemayoran itu irit bicara. Dengan mengenakan peci biru serta baju koko berwarna cokelat, dia langsung masuk ke dalam ruangan polisi.

Keluarga Abah Grandong yang diwakili Deden menyampaikan permintaan maaf atas perilaku Abah Grandong yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Pihak keluarga berharap dengan keputusan menyerahkan diri ke polisi, masalah ini bisa menghasilkan akhir yang baik untuk semua pihak.

“Saya mewakili dari keluarga abah. Saya keluarga abah akan menyerahkan pelaku ke Polres Metro Jakarta Pusat. Yang kedua juga saya dari keluarga abah memohon maaf kepada masyarakat Indonesia terkait video yang telah viral tersebut,” ujar Deden.

Menurut Deden, Abah Grandong memang kerap menunjukan perilaku janggal. Dalam kesehariannya, pelaku disebut dekat dengan praktik ilmu hitam. “Di rumah pun abah suka aneh-aneh. Sering kerasukan menuntut ilmu hitam,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait aksi makan kucing hidup-hidup, Deden juga tidak mengetahui pasti motifnya. Namun, kemungkinan masih berhubungan dengan perilaku aneh yang kerap ditunjukan pelaku sehari-hari.

Di tempat sama, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Arie Ardian mengatakan, penyidik akan langsung melakukan pemeriksaan kepada pelaku. Sesudah itu, Abah Grandong akan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk observasi kejiwaan.

“Kami hari ini langsung melaksanakan pemeriksaan, setelah dilakukan BAP, selanjutnya akan kami bawa ke RS Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan,” kata Arie.

Dalam pemeriksaan Kamis (1/8) sore tadi, status pria asal Rangkas Bitung, Banten tersebut masih sebatas saksi. Apabila setelah pemeriksaan ditemukan unsur pidana status hukumnya bisa dinaikkan menjadi tersangka.

“Ada tiga orang saksi (yang diperiksa). Kami cek nanti siapa yang rekam video ini, kami dalami betul,” tambahnya.

Arie menjelaskan, bila terjerat pidana, pelaku bisa dikenakan pasal 302 KUHP tentang penganiayaan kepada hewan dengan ancaman 9 bulan penjara. Sementara itu terkait adanya dugaan pelaku terpapar ilmu hitam, polisi masih enggan berkomentar banyak. Mereka terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan secara konprehensif sebelum memutuskan status hukum berikutnya.

Sebelumnya, viral sebuah video mengerikan menjadi perbincangan netizen. Dalam tayangan berdurasi 34 detik itu memperlihatkan seorang pria berjaket cokelat dan mengenakan topi biru tengah memakan seekor kucing hidup-hidup.

Dalam video yang viral tersebut, kejadian di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat. Pelaku terlihat mengoyak-ngoyak badan kucing yang masih dipenuhi bulu menggunakan gigi-giginya.

Daging kucing terlihat jelas berwarna kemerahan. Mulut pelaku bahkan dipenuhi darah kucing malang yang sudah tidak bernyawa. Pria itu terlihat mondar-mandir sambil terus memakan kucing tersebut.[jpc]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit

Setelah buron beberapa hari, Abah Grandong, pria pemakan kucing hidup-hidup di Kemayoran, Jakarta Pusat akhirnya menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (1/8) siang. Dia tiba pukul 15.59 WIB diantar oleh keluarganya dari Banten.

Saat tiba, pria yang berprofesi sebagai centeng di lahan sengketa kawasan Kemayoran itu irit bicara. Dengan mengenakan peci biru serta baju koko berwarna cokelat, dia langsung masuk ke dalam ruangan polisi.

Keluarga Abah Grandong yang diwakili Deden menyampaikan permintaan maaf atas perilaku Abah Grandong yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Pihak keluarga berharap dengan keputusan menyerahkan diri ke polisi, masalah ini bisa menghasilkan akhir yang baik untuk semua pihak.

“Saya mewakili dari keluarga abah. Saya keluarga abah akan menyerahkan pelaku ke Polres Metro Jakarta Pusat. Yang kedua juga saya dari keluarga abah memohon maaf kepada masyarakat Indonesia terkait video yang telah viral tersebut,” ujar Deden.

Menurut Deden, Abah Grandong memang kerap menunjukan perilaku janggal. Dalam kesehariannya, pelaku disebut dekat dengan praktik ilmu hitam. “Di rumah pun abah suka aneh-aneh. Sering kerasukan menuntut ilmu hitam,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait aksi makan kucing hidup-hidup, Deden juga tidak mengetahui pasti motifnya. Namun, kemungkinan masih berhubungan dengan perilaku aneh yang kerap ditunjukan pelaku sehari-hari.

Di tempat sama, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Arie Ardian mengatakan, penyidik akan langsung melakukan pemeriksaan kepada pelaku. Sesudah itu, Abah Grandong akan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk observasi kejiwaan.

“Kami hari ini langsung melaksanakan pemeriksaan, setelah dilakukan BAP, selanjutnya akan kami bawa ke RS Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan,” kata Arie.

Dalam pemeriksaan Kamis (1/8) sore tadi, status pria asal Rangkas Bitung, Banten tersebut masih sebatas saksi. Apabila setelah pemeriksaan ditemukan unsur pidana status hukumnya bisa dinaikkan menjadi tersangka.

“Ada tiga orang saksi (yang diperiksa). Kami cek nanti siapa yang rekam video ini, kami dalami betul,” tambahnya.

Arie menjelaskan, bila terjerat pidana, pelaku bisa dikenakan pasal 302 KUHP tentang penganiayaan kepada hewan dengan ancaman 9 bulan penjara. Sementara itu terkait adanya dugaan pelaku terpapar ilmu hitam, polisi masih enggan berkomentar banyak. Mereka terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan secara konprehensif sebelum memutuskan status hukum berikutnya.

Sebelumnya, viral sebuah video mengerikan menjadi perbincangan netizen. Dalam tayangan berdurasi 34 detik itu memperlihatkan seorang pria berjaket cokelat dan mengenakan topi biru tengah memakan seekor kucing hidup-hidup.

Dalam video yang viral tersebut, kejadian di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat. Pelaku terlihat mengoyak-ngoyak badan kucing yang masih dipenuhi bulu menggunakan gigi-giginya.

Daging kucing terlihat jelas berwarna kemerahan. Mulut pelaku bahkan dipenuhi darah kucing malang yang sudah tidak bernyawa. Pria itu terlihat mondar-mandir sambil terus memakan kucing tersebut.[jpc]

0 Response to "Pemakan Kucing Hidup Menyerahkan Diri, Begini Pengakuan Keluarga"

Post a comment




>