Pakar: Alasan Hidupkan GBHN Seperti Menggaruk Di Tempat Yang Tidak Gatal



PDI Perjuangan menjadi partai yang paling bersemangat dalam melakukan amandemen terbatas UUD Negara Republik Indonesia. Ini lantaran mereka ingin menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).


Usulan ini bahkan menjadi salah satu keputusan sidang paripurna VI dalam Kongres V PDIP di Bali pada Sabtu, 10 Agustus 2019 lalu.

Namun demikian, pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti alasan GBHN harus dihidupkan kembali. Menurutnya, jika alasan sebatas koordinasi pembangunan antara pusat dan daerah, maka itu tidak relevan dan mendesak dilakukan.

Bahkan dia mengibaratkan hal itu seperti menggaruk di tempat yang tidak gatal.

“Menghidupkan kembali GBHN dengan alasan koordinasi pembangunan pusat dan daerah sering kesulitan seperti menggaruk di tempat yang tidak gatal,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (18/8).

Sementara itu, pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai upaya menghidupkan kembali GBHN hanya akan menguntungkan PDIP. (Rmol)

Menurutnya, wacana itu merupakan bagian dari strategi PDIP untuk mengontrol siapa pun presiden terpilih mendatang.

"Saya kira tujuan pragmatis dari pikiran menghidupkan kembali GBHN itu tak lepas murni kepentingan PDIP dalam konteks melanggengkan kekuasaan," katanya di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (16/8) lalu.
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


PDI Perjuangan menjadi partai yang paling bersemangat dalam melakukan amandemen terbatas UUD Negara Republik Indonesia. Ini lantaran mereka ingin menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).


Usulan ini bahkan menjadi salah satu keputusan sidang paripurna VI dalam Kongres V PDIP di Bali pada Sabtu, 10 Agustus 2019 lalu.

Namun demikian, pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti alasan GBHN harus dihidupkan kembali. Menurutnya, jika alasan sebatas koordinasi pembangunan antara pusat dan daerah, maka itu tidak relevan dan mendesak dilakukan.

Bahkan dia mengibaratkan hal itu seperti menggaruk di tempat yang tidak gatal.

“Menghidupkan kembali GBHN dengan alasan koordinasi pembangunan pusat dan daerah sering kesulitan seperti menggaruk di tempat yang tidak gatal,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (18/8).

Sementara itu, pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai upaya menghidupkan kembali GBHN hanya akan menguntungkan PDIP. (Rmol)

Menurutnya, wacana itu merupakan bagian dari strategi PDIP untuk mengontrol siapa pun presiden terpilih mendatang.

"Saya kira tujuan pragmatis dari pikiran menghidupkan kembali GBHN itu tak lepas murni kepentingan PDIP dalam konteks melanggengkan kekuasaan," katanya di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (16/8) lalu.

0 Response to "Pakar: Alasan Hidupkan GBHN Seperti Menggaruk Di Tempat Yang Tidak Gatal"

Post a comment




>