Natalius Pigai: Soal Suku Jangan Coba-coba Masuki Garis Merah



Pelaku kekerasan verbal yang menyampaikan pernyataan-pernyataan hinaan dan rasialis di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hari Sabtu lalu (17/8) harus diproses secara hukum tanpa menunggu pengaduan korban.


Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta untuk memerintahkan Kapolda Jawa Timur agar mengawal dan memastikan proses hukum itu.

Permintaan itu disampaikan mantan anggota Komnas HAM Natalius Pigai. Dia menyayangkan, aparat penegak hukum tidak bertindak apa-apa terhadap kelompok massa yang melakukan kekerasan verbal pada mahasiswa asal Papua di depan asrama di Jalan Kalasan, Surabaya.


Bahkan ada kesan, aparat keamanan ikut memanas-manaskan suasana.

“Kekerasan rasialisme adalah delik umum yang dilakukan di depan kepolisian,” ujar Natalius dalam perbincangan dengan redaksi.

“Saya juga meminta Kapolri memerintahkan Kadiv Propam untuk memeriksa Kapolda dan Kepoltabes serta para anggota yang terlihat lalai membiarkan teror, intimidasi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua. Bahkan membiarkan elemen sipil melakukan teror dan kekerasan verbal,” ujarnya.

Selain itu, individu-individu berpakaian preman yang melakukan rasisme, kekerasan verbal dan teror terhadap mahasiswa Papua baik di Malang maupun Surabaya juga harus diproses secara hukum.

Pigai juga meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk memeriksa kesatuan militer yang terlibat dalam tindakan rasisme.

Sementara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diminta Pigai untuk memberikan sanksi tegas kepada Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang beberapa hari lalu memunculkan opsi memulangkan mahasiswa asal Papua ke Papua.

“Sebagai pembela kemanusiaan, saya meminta soal suku jangan main-main. Soal harga diri dan martabat jangan coba-coba memasuki garis merah,” demikian Pigai.(rmol)
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Pelaku kekerasan verbal yang menyampaikan pernyataan-pernyataan hinaan dan rasialis di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hari Sabtu lalu (17/8) harus diproses secara hukum tanpa menunggu pengaduan korban.


Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta untuk memerintahkan Kapolda Jawa Timur agar mengawal dan memastikan proses hukum itu.

Permintaan itu disampaikan mantan anggota Komnas HAM Natalius Pigai. Dia menyayangkan, aparat penegak hukum tidak bertindak apa-apa terhadap kelompok massa yang melakukan kekerasan verbal pada mahasiswa asal Papua di depan asrama di Jalan Kalasan, Surabaya.


Bahkan ada kesan, aparat keamanan ikut memanas-manaskan suasana.

“Kekerasan rasialisme adalah delik umum yang dilakukan di depan kepolisian,” ujar Natalius dalam perbincangan dengan redaksi.

“Saya juga meminta Kapolri memerintahkan Kadiv Propam untuk memeriksa Kapolda dan Kepoltabes serta para anggota yang terlihat lalai membiarkan teror, intimidasi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua. Bahkan membiarkan elemen sipil melakukan teror dan kekerasan verbal,” ujarnya.

Selain itu, individu-individu berpakaian preman yang melakukan rasisme, kekerasan verbal dan teror terhadap mahasiswa Papua baik di Malang maupun Surabaya juga harus diproses secara hukum.

Pigai juga meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk memeriksa kesatuan militer yang terlibat dalam tindakan rasisme.

Sementara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diminta Pigai untuk memberikan sanksi tegas kepada Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang beberapa hari lalu memunculkan opsi memulangkan mahasiswa asal Papua ke Papua.

“Sebagai pembela kemanusiaan, saya meminta soal suku jangan main-main. Soal harga diri dan martabat jangan coba-coba memasuki garis merah,” demikian Pigai.(rmol)

0 Response to "Natalius Pigai: Soal Suku Jangan Coba-coba Masuki Garis Merah"

Post a comment




>