Kibarkan Bintang Kejora di Depan Istana, 2 Pemuda Papua Jadi Tersangka


Dua pemuda asal Papua, ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar karena mengibarkan bendera Bintang Kejora di sekitaran Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di depan Istana Merdeka dan depan Markas Besar TNI Angkatan Darat, saat menggelar unjuk rasa menolak perlakukan rasisme kepada masyarakat Papua.

"Pada hari Jumat tanggal 30 Agustus 2019 Tim Gabungan Jajaran Dit Reskrimum PMJ telah melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan atau permufakatan akan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara dan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 106 jo Pasal 87 dan atau Pasal 110 KUHP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono ketika dikonfirmasi, Sabtu 31 Agustus 2019.

Argo menuturkan, kedua tersangka itu bernama Anes Tabuni dan Charles Kossay. Keduanya merupakan koordinator lapangan dalam aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Keduanya memiliki peran mengerahkan massa, menyiapkan bendera dan orator di atas mobil komando.

Dari barang bukti yang disita, polisi mengambil telepon seluler milik keduanya, satu spanduk, satu kaos bergambar bintang kejora, selendang, dan juga toa atau pengeras suara.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah memerintahkan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono menindak pengibar bendera bintang kejora dalam aksi unjuk rasa di Istana Negara pada Rabu, 28 Agustus kemarin. Bendera itu dianggap identik dengan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka.

"Ada peristiwa pengibaran bendera (bintang kejora) di Jakarta. Saya sudah perintahkan kapolda tangani," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Agustus 2019.

Menurut Tito, penegakan hukum harus dilakukan sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku termasuk dalam kasus pengibaran bendera bintang kejora yang merupakan simbol gerakan separatis. "Tegakan hukum sesuai apa adanya kita harus hormati hukum," ujarnya. [vn]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit

Dua pemuda asal Papua, ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar karena mengibarkan bendera Bintang Kejora di sekitaran Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di depan Istana Merdeka dan depan Markas Besar TNI Angkatan Darat, saat menggelar unjuk rasa menolak perlakukan rasisme kepada masyarakat Papua.

"Pada hari Jumat tanggal 30 Agustus 2019 Tim Gabungan Jajaran Dit Reskrimum PMJ telah melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan atau permufakatan akan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara dan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 106 jo Pasal 87 dan atau Pasal 110 KUHP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono ketika dikonfirmasi, Sabtu 31 Agustus 2019.

Argo menuturkan, kedua tersangka itu bernama Anes Tabuni dan Charles Kossay. Keduanya merupakan koordinator lapangan dalam aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Keduanya memiliki peran mengerahkan massa, menyiapkan bendera dan orator di atas mobil komando.

Dari barang bukti yang disita, polisi mengambil telepon seluler milik keduanya, satu spanduk, satu kaos bergambar bintang kejora, selendang, dan juga toa atau pengeras suara.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah memerintahkan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono menindak pengibar bendera bintang kejora dalam aksi unjuk rasa di Istana Negara pada Rabu, 28 Agustus kemarin. Bendera itu dianggap identik dengan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka.

"Ada peristiwa pengibaran bendera (bintang kejora) di Jakarta. Saya sudah perintahkan kapolda tangani," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Agustus 2019.

Menurut Tito, penegakan hukum harus dilakukan sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku termasuk dalam kasus pengibaran bendera bintang kejora yang merupakan simbol gerakan separatis. "Tegakan hukum sesuai apa adanya kita harus hormati hukum," ujarnya. [vn]

0 Response to "Kibarkan Bintang Kejora di Depan Istana, 2 Pemuda Papua Jadi Tersangka"

Post a comment




>