Demontran Hong Kong Bentrok Dengan Polisi Di Stasiun Metro



Demonstrasi damai di sebuah stasiun metro Hong Kong seketika berubah menjadi bentrokan. Kejadian ini tepat terjadi di minggu ke-11 demo anti pemerintah berlangsung.


Ratusan orang menggelar aksi dengan menduduki stasiun metro di Yuen Long pada Rabu (14/8). Aksi ini ditujukan sebagai protes serangan kekerasan yang tidak pandang bulu terhadap pengunjuk rasa yang sudah ada sejak bulan lalu.

Namun demonstrasi berubah menjadi bentrokan. Tepatnya saat sekelompok orang tak dikenal masuk ke stasiun. Mereka, yang diduga sebagai petugas keamanan, kompak mengenakan kaos putih dan menenteng tongkat dan kayu.

Kericuhan pun terjadi. Polisi yang tidak hadir sebagai penengah saat bentrokan dikritik habis-habisan.

Sementara itu di luar stasiun para demonstran juga terlibat bentrok dengan polisi. Bentrokan belangsung selama tiga jam dan berakhir pada pukul 10 malam waktu setempat.

Sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (22/8), para demonstran menggunakan strategi menyorotkan laser pointer ke ratusan polisi yang memegang dengan perisai dan senjata.

Demonstran menempatkan tempat sampah dan kerucut lalu lintas sebagai penghambat. Tetapi polisi dengan cepatnya memindahkan penghalang-penghalang tersebut.

Para demonstran yang mayoritas berpakaian hitam kemudian menyemprotkan alat pemadam kebakaran untuk membuat asap. Diikuti dengan teriakan slogan yang sering digunakan dalam protes anti-ekstradisi yang salah satunya berbunyi:

“Merebut kembali Hong Kong, revolusi zaman kita!”.

Dalam mengamankan demonstrasi ini, polisi tidak menggunakan gas air mata dan peluru karet. Tapi, polisi kedapatan menggunakan kekerasan untuk menghalau pengunjuk rasa.

Saat jumpa pers, para pengunjuk rasa yang menggunakan kaus hitam, topi, kacamata hitam, hingga syal yang menutupi wajah menyalahkan taktik polisi. Mereka menuduh pemerintah memang menginginkan adanya serangan kekerasan dari demonstran.

Gelombang protes di Hong Kong telah berlangsung sejak awal Juni lalu. Mereka RUU Ekstradisi yang kontroversial, di mana individu dapat dikirimkan ke China untuk diadili.

Tuntutan demonstran kemudian berkembang menjadi lima. Di antaranya, penarikan penuh dari ekstradisi yang sekarang ditangguhkan, pembentukan badan independen untuk menyelidiki kekerasan polisi, penghentian karakterisasi protes sebagai kerusuhan, amnesti bagi mereka yang ditangkap, dan dimulainya kembali reformasi politik.

Demonstran ingin agar pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri. (Rmol)
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Demonstrasi damai di sebuah stasiun metro Hong Kong seketika berubah menjadi bentrokan. Kejadian ini tepat terjadi di minggu ke-11 demo anti pemerintah berlangsung.


Ratusan orang menggelar aksi dengan menduduki stasiun metro di Yuen Long pada Rabu (14/8). Aksi ini ditujukan sebagai protes serangan kekerasan yang tidak pandang bulu terhadap pengunjuk rasa yang sudah ada sejak bulan lalu.

Namun demonstrasi berubah menjadi bentrokan. Tepatnya saat sekelompok orang tak dikenal masuk ke stasiun. Mereka, yang diduga sebagai petugas keamanan, kompak mengenakan kaos putih dan menenteng tongkat dan kayu.

Kericuhan pun terjadi. Polisi yang tidak hadir sebagai penengah saat bentrokan dikritik habis-habisan.

Sementara itu di luar stasiun para demonstran juga terlibat bentrok dengan polisi. Bentrokan belangsung selama tiga jam dan berakhir pada pukul 10 malam waktu setempat.

Sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (22/8), para demonstran menggunakan strategi menyorotkan laser pointer ke ratusan polisi yang memegang dengan perisai dan senjata.

Demonstran menempatkan tempat sampah dan kerucut lalu lintas sebagai penghambat. Tetapi polisi dengan cepatnya memindahkan penghalang-penghalang tersebut.

Para demonstran yang mayoritas berpakaian hitam kemudian menyemprotkan alat pemadam kebakaran untuk membuat asap. Diikuti dengan teriakan slogan yang sering digunakan dalam protes anti-ekstradisi yang salah satunya berbunyi:

“Merebut kembali Hong Kong, revolusi zaman kita!”.

Dalam mengamankan demonstrasi ini, polisi tidak menggunakan gas air mata dan peluru karet. Tapi, polisi kedapatan menggunakan kekerasan untuk menghalau pengunjuk rasa.

Saat jumpa pers, para pengunjuk rasa yang menggunakan kaus hitam, topi, kacamata hitam, hingga syal yang menutupi wajah menyalahkan taktik polisi. Mereka menuduh pemerintah memang menginginkan adanya serangan kekerasan dari demonstran.

Gelombang protes di Hong Kong telah berlangsung sejak awal Juni lalu. Mereka RUU Ekstradisi yang kontroversial, di mana individu dapat dikirimkan ke China untuk diadili.

Tuntutan demonstran kemudian berkembang menjadi lima. Di antaranya, penarikan penuh dari ekstradisi yang sekarang ditangguhkan, pembentukan badan independen untuk menyelidiki kekerasan polisi, penghentian karakterisasi protes sebagai kerusuhan, amnesti bagi mereka yang ditangkap, dan dimulainya kembali reformasi politik.

Demonstran ingin agar pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri. (Rmol)

0 Response to "Demontran Hong Kong Bentrok Dengan Polisi Di Stasiun Metro"

Post a comment




>