Berhasil Kembangkan Benih Padi, Kepala Desa Ini Malah Jadi Tersangka

Berhasil Kembangkan Benih Padi, Kepala Desa Ini Malah Jadi Tersangka

Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, berhasil mengembangkan benih padi IF-8 yang telah berdampak positif terhadap petani di sejumlah desa di kabupaten setempat.

Selama pengembangan benih IF-8, para petani berhasil melakukan adaptasi. Benih itu dapat menghasilkan padi mencapai 11,9 ton per hektare. Dan merupakan keberhasilan yang luar biasa karena belum ada varietas padi yang mampu berproduksi sebanyak benih padi IF-8.

Atas keberhasilan pengembangan adaptasi dan inovasi benih padi IF-8, Pemerintah Desa menetapkan benih padi IF-8 sebagai produk unggulan Desa Meunasah Rayeuk melalui Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2018.

Namun yang dilakukan Munirwan ternyata dianggap ilegal oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Alasannya, benih itu tidak bersertifikat. Akhirnya ia dilaporkan kepada Kepolisian Daerah Aceh dan sudah ditetapkan tersangka atas penyaluran benih IF-8 yang tidak memiliki sertifikat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, mengaku mengamankan Munirwan hanya untuk melindungi masyarakat dari hal-hal yang berpotensi merugikan, seperti gagal panen dan sebagainya, akibat menggunakan bibit varietas yang belum terverifikasi itu.

Dinas sudah mengingatkan Munirwan sebelumnya agar mendaftarkan bibitnya kepada Kementerian Pertanian sebelum diperdagangkan.

“Kalau dipakai sendiri, ya, silakan, tapi tidak boleh diperdagangkan, peraturannya mengatakan begitu,” kata Hanan saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Juli 2019. Dinas hanya meneruskan arahan dari Kementerian Pertanian untuk mencekal Munirwan dan benih IF-8 yang dikembangkannya.

Ketua Komisi II DPR Aceh Nurzahri mengecam Kementerian Pertanian yang melaporkan Munirwan karena kesuksesannya dalam berinovasi benih padi. Seharusnya bukan ditangkap tapi diberikan pendampingan.

"Kami Komisi II DPRA mengecam ini, seharusnya masyarakat yang telah berhasil mengembangkan inovasi pertanian sebaiknya didampingi dan dibantu proses perizinannya, tidak langsung main lapor dan tangkap,” ujarnya.

Nurzahri menduga ada faktor persaingan bisnis dalam perkara ini. “Setelah saya konfirmasi ke sejumlah pihak, terutama masyarakat, setelah produk benih IF-8 ini maju, banyak benih padi jenis lain jadi kurang laku,” ujar politikus Partai Aceh itu. [vv]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit
Berhasil Kembangkan Benih Padi, Kepala Desa Ini Malah Jadi Tersangka

Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, berhasil mengembangkan benih padi IF-8 yang telah berdampak positif terhadap petani di sejumlah desa di kabupaten setempat.

Selama pengembangan benih IF-8, para petani berhasil melakukan adaptasi. Benih itu dapat menghasilkan padi mencapai 11,9 ton per hektare. Dan merupakan keberhasilan yang luar biasa karena belum ada varietas padi yang mampu berproduksi sebanyak benih padi IF-8.

Atas keberhasilan pengembangan adaptasi dan inovasi benih padi IF-8, Pemerintah Desa menetapkan benih padi IF-8 sebagai produk unggulan Desa Meunasah Rayeuk melalui Peraturan Desa Nomor 05 Tahun 2018.

Namun yang dilakukan Munirwan ternyata dianggap ilegal oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Alasannya, benih itu tidak bersertifikat. Akhirnya ia dilaporkan kepada Kepolisian Daerah Aceh dan sudah ditetapkan tersangka atas penyaluran benih IF-8 yang tidak memiliki sertifikat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, mengaku mengamankan Munirwan hanya untuk melindungi masyarakat dari hal-hal yang berpotensi merugikan, seperti gagal panen dan sebagainya, akibat menggunakan bibit varietas yang belum terverifikasi itu.

Dinas sudah mengingatkan Munirwan sebelumnya agar mendaftarkan bibitnya kepada Kementerian Pertanian sebelum diperdagangkan.

“Kalau dipakai sendiri, ya, silakan, tapi tidak boleh diperdagangkan, peraturannya mengatakan begitu,” kata Hanan saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Juli 2019. Dinas hanya meneruskan arahan dari Kementerian Pertanian untuk mencekal Munirwan dan benih IF-8 yang dikembangkannya.

Ketua Komisi II DPR Aceh Nurzahri mengecam Kementerian Pertanian yang melaporkan Munirwan karena kesuksesannya dalam berinovasi benih padi. Seharusnya bukan ditangkap tapi diberikan pendampingan.

"Kami Komisi II DPRA mengecam ini, seharusnya masyarakat yang telah berhasil mengembangkan inovasi pertanian sebaiknya didampingi dan dibantu proses perizinannya, tidak langsung main lapor dan tangkap,” ujarnya.

Nurzahri menduga ada faktor persaingan bisnis dalam perkara ini. “Setelah saya konfirmasi ke sejumlah pihak, terutama masyarakat, setelah produk benih IF-8 ini maju, banyak benih padi jenis lain jadi kurang laku,” ujar politikus Partai Aceh itu. [vv]

0 Response to "Berhasil Kembangkan Benih Padi, Kepala Desa Ini Malah Jadi Tersangka"

Post a comment




>