Kesalahan Terbesar Mega Ketika Mengambil Kekuasaan Dari Gus Dur. Kenapa?

Kesalahan Terbesar Mega Ketika Mengambil Kekuasaan Dari Gus Dur

Krisis multidimensi yang dialami bangsa Indonesia, termasuk yang terkait dengan ketegangan politik pasca pemilu dan pilpres 2019, berasal dari kesalahan besar yang dilakukan Megawati Soekarnoputri saat berkuasa antara tahun 2001 sampai 2004.

“Kesalahan terbesar Megawati adalah ketika ia mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur tahun 2001. Pengambilalihan kekuasaan ini menjadi preseden buruk yang merusak reformasi hingga kini,” ujar Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu. 

Rachmawati adalah adik kandung Mega. Keduanya adalah putri dari Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati. Selain Mega dan Rachma, anak-anak pasangan Bung Karno dan Ibu Fatmawati lainnya adalah Guntur, Sukma dan Guruh.

Pengambilalihan kekuasaan dari Presiden Abdurrahman Wahid pada bulan Juli 2001, menurut hemat Rachma, adalah babak pembuka bagi berbagai kesalahan berikutnya. 

“Yang paling fatal setelah mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur adalah izin yang diberikan Megawati pada proses politik yang melanjutkan amandemen UUD 1945,” tambah Rachma.

Sejak reformasi UUD 1945 mengalami empat kali amandemen. Pertama dilakukan pada tanggal 14-21 Oktober 1999, lalu amandemen kedua dilakukan pada tanggal 7-18 Agustus 2000. 

Amandemen ketiga dan keempat dilakukan di era Megawati, yakni pada tanggal 1-9 November 2001 dan pada tanggal 1-11 Agustus 2002. Menurut Rachma, ciri liberal kapitalistik semakin kuat dalam dua amandemen terakhir. Di era Mega juga mulai dilakukan penjualan BUMN, seperti PT Indosat.

“Bahkan Mega juga yang mengawali TNI dan Polri tidak bersikap netral. Ketika Gus Dur menunjuk Jenderal Chaerudin Ismail sebagai Kapolri baru, Mega melakukan pembangkangan dengan menunjuk Jenderal S. Bimantoro,” cerita Rachma.

“Justru insubordinasi Mega itu yang dapat disebut makal terlebih karena melibatkan kekuatan bersenjata,” demikian Rachma. 

Kritik keras kerap disampaikan Rachma kepada kakaknya. Hubungan keduanya sejak lama diketahui kurang baik. Dalam beberapa kali debat capres-cawapres yang lalu, Mega dan Rachma bertemu di lokasi debat. Namun keduanya tidak pernah sekalipun saling sapa.  [rmol]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit
Kesalahan Terbesar Mega Ketika Mengambil Kekuasaan Dari Gus Dur

Krisis multidimensi yang dialami bangsa Indonesia, termasuk yang terkait dengan ketegangan politik pasca pemilu dan pilpres 2019, berasal dari kesalahan besar yang dilakukan Megawati Soekarnoputri saat berkuasa antara tahun 2001 sampai 2004.

“Kesalahan terbesar Megawati adalah ketika ia mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur tahun 2001. Pengambilalihan kekuasaan ini menjadi preseden buruk yang merusak reformasi hingga kini,” ujar Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu. 

Rachmawati adalah adik kandung Mega. Keduanya adalah putri dari Presiden Sukarno dan Ibu Fatmawati. Selain Mega dan Rachma, anak-anak pasangan Bung Karno dan Ibu Fatmawati lainnya adalah Guntur, Sukma dan Guruh.

Pengambilalihan kekuasaan dari Presiden Abdurrahman Wahid pada bulan Juli 2001, menurut hemat Rachma, adalah babak pembuka bagi berbagai kesalahan berikutnya. 

“Yang paling fatal setelah mengambil alih kekuasaan dari Gus Dur adalah izin yang diberikan Megawati pada proses politik yang melanjutkan amandemen UUD 1945,” tambah Rachma.

Sejak reformasi UUD 1945 mengalami empat kali amandemen. Pertama dilakukan pada tanggal 14-21 Oktober 1999, lalu amandemen kedua dilakukan pada tanggal 7-18 Agustus 2000. 

Amandemen ketiga dan keempat dilakukan di era Megawati, yakni pada tanggal 1-9 November 2001 dan pada tanggal 1-11 Agustus 2002. Menurut Rachma, ciri liberal kapitalistik semakin kuat dalam dua amandemen terakhir. Di era Mega juga mulai dilakukan penjualan BUMN, seperti PT Indosat.

“Bahkan Mega juga yang mengawali TNI dan Polri tidak bersikap netral. Ketika Gus Dur menunjuk Jenderal Chaerudin Ismail sebagai Kapolri baru, Mega melakukan pembangkangan dengan menunjuk Jenderal S. Bimantoro,” cerita Rachma.

“Justru insubordinasi Mega itu yang dapat disebut makal terlebih karena melibatkan kekuatan bersenjata,” demikian Rachma. 

Kritik keras kerap disampaikan Rachma kepada kakaknya. Hubungan keduanya sejak lama diketahui kurang baik. Dalam beberapa kali debat capres-cawapres yang lalu, Mega dan Rachma bertemu di lokasi debat. Namun keduanya tidak pernah sekalipun saling sapa.  [rmol]

0 Response to "Kesalahan Terbesar Mega Ketika Mengambil Kekuasaan Dari Gus Dur. Kenapa?"

Post a comment




>