Gaduh Jokowi Sebut Korban Meninggal Takdir dan Jangan Diperpanjang Lagi, Ini Faktanya

https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 09 340 2053288 gaduh-jokowi-sebut-korban-meninggal-takdir-dan-jangan-diperpanjang-lagi-ini-fakta-sebenarnya-L27bfGtZL2.jpg

POSTINGAN sebuah akun atas nama Ade Ade menampilkan tangkapan layar portal berita Tempo (tempo.co) dengan judul “Jokowi: Korban Meninggal itu sudah Takdir Jangan di Perpanjang lagi.”
Dalam postingannya, Ade Ade menambahkan narasi sebagai berikut: "Enteng bener lue ngomongnya jok. Kya gak ada harganya nyawa rakyat. Korban ini ratusan,bukan satu dua yg meninggal." Postingan itu sudah dibagikan 1,8 ribu kali sejak tangkapan layar ini diambil. (https://web.facebook.com/photo.php?fbid=2085627434839547&set=a.1326064397462525&type=3&theater)
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Muhammad Khairil, salah satu anggota Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), ditemukan bahwa pihak Tempo pun sudah memberikan bantahan melalui artikel periksa faktanya.
Hasil pemaparan Tempo, tangkapan layar yang diunggah oleh akun Ade Ade merupakan hasil suntingan atau rekayasa dari artikel berjudul “Jokowi Diminta Tak Hanya Pindahkan Ibu Kota, Tapi...” yang tayang 4 Mei 2019 pukul 17:52. Artikel tersebut ditulis oleh Fajar Pebrianto dan editornya ialah Rahma Tri.
"Jadi, suntingan itu juga terlihat dari font teks judul yang berbeda dengan font teks yang selama ini dipakai oleh Tempo," ujar Khairil dalam debunk-nya, Rabu (8/5/2019).
Pada berita asli, foto yang dimuat Tempo berasal dari Antara Foto dengan keterangan: Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Rapat itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota.
Hoaks 
Berita itu sendiri berisi tentang pernyataan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Na Ending Jaweng yang meminta pemerintahan Joko Widodo tidak hanya mewacanakan pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.
Selain itu, bila gambar tangkapan layar yang diunggah akun Ade Ade disandingkan dengan tangkapan layar artikel aslinya dapat terlihat jelas perbedaannya.
"Bisa dilihat pada bagian sandingannya tersebut pada bagian gambar pada postingan ini. Atas hasil perbandingan dan bantahan dari Tempo itu, maka postingan akun Ade Ade masuk ke dalam kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi," pungkas Khairil. [okz]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 09 340 2053288 gaduh-jokowi-sebut-korban-meninggal-takdir-dan-jangan-diperpanjang-lagi-ini-fakta-sebenarnya-L27bfGtZL2.jpg

POSTINGAN sebuah akun atas nama Ade Ade menampilkan tangkapan layar portal berita Tempo (tempo.co) dengan judul “Jokowi: Korban Meninggal itu sudah Takdir Jangan di Perpanjang lagi.”
Dalam postingannya, Ade Ade menambahkan narasi sebagai berikut: "Enteng bener lue ngomongnya jok. Kya gak ada harganya nyawa rakyat. Korban ini ratusan,bukan satu dua yg meninggal." Postingan itu sudah dibagikan 1,8 ribu kali sejak tangkapan layar ini diambil. (https://web.facebook.com/photo.php?fbid=2085627434839547&set=a.1326064397462525&type=3&theater)
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Muhammad Khairil, salah satu anggota Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), ditemukan bahwa pihak Tempo pun sudah memberikan bantahan melalui artikel periksa faktanya.
Hasil pemaparan Tempo, tangkapan layar yang diunggah oleh akun Ade Ade merupakan hasil suntingan atau rekayasa dari artikel berjudul “Jokowi Diminta Tak Hanya Pindahkan Ibu Kota, Tapi...” yang tayang 4 Mei 2019 pukul 17:52. Artikel tersebut ditulis oleh Fajar Pebrianto dan editornya ialah Rahma Tri.
"Jadi, suntingan itu juga terlihat dari font teks judul yang berbeda dengan font teks yang selama ini dipakai oleh Tempo," ujar Khairil dalam debunk-nya, Rabu (8/5/2019).
Pada berita asli, foto yang dimuat Tempo berasal dari Antara Foto dengan keterangan: Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Rapat itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota.
Hoaks 
Berita itu sendiri berisi tentang pernyataan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Na Ending Jaweng yang meminta pemerintahan Joko Widodo tidak hanya mewacanakan pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.
Selain itu, bila gambar tangkapan layar yang diunggah akun Ade Ade disandingkan dengan tangkapan layar artikel aslinya dapat terlihat jelas perbedaannya.
"Bisa dilihat pada bagian sandingannya tersebut pada bagian gambar pada postingan ini. Atas hasil perbandingan dan bantahan dari Tempo itu, maka postingan akun Ade Ade masuk ke dalam kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi," pungkas Khairil. [okz]

0 Response to "Gaduh Jokowi Sebut Korban Meninggal Takdir dan Jangan Diperpanjang Lagi, Ini Faktanya"

Post a comment




>