Anies Sebut Banjir Era Ahok Lebih Parah, Ini Data BPBD

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Bendung Katulampa, Senin (12/2/2018). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengatasi masalah banjir Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal banjir di era gubernur sebelumnya yang menurut dia lebih parah dibandingkan banjir yang terjadi beberapa pekan terakhir. Hal ini disinggungnya ketika ditanya mengenai tanggapan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait banjir. 

"Nah… Saya terima kasih semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yan pernah dialami Pak Basuki," ujar Anies di Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). 
Anies menyampaikan hal yang sama tiga hari sebelumnya. Penilaiannya itu didasarkan pada jumlah pengungsi. 

"Coba bayangkan, tahun 2015 ada 230.000 orang mengungsi, kemarin 1.600 orang, kenapa terjadi? Karena volume air dari hulu tidak dikendalikan. Jadi kalau dibandingkan (2019), sangat kecil dibandingkan dengan 2015," ucap Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019). 

Menurut Anies, saat ini hanya wilayah di bantaran sungai yang tergenang. Ia juga menyebut banjir kali ini lebih cepat surut sehingga warga bisa cepat pulang. Kompas.com menghimpun data banjir dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bisa dilihat di https://bpbd.jakarta.go.id/ dan http://data.jakarta.go.id/. 

Data banjir Jakarta dari 2013-2018(BPBD DKI Jakarta) Diketahui, Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI dari November 2014 hingga Mei 2017. Pada 2014, banjir parah melanda DKI. Sepanjang 2014, ada 688 RW yang terendam dengan jumlah pengungsi mencapai 167.727. Ada 23 korban meninggal. Kemudian pada 2015, data BPBD DKI, ada 702 RW yang terdampak banjir dengan jumlah pengungsi 45.813. 

Tahun itu, jumlah korban meninggal turun menjadi lima orang. Anies menyebut terdapat 230.000 pengungsi pada 2015, era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. 

Pada 2016, saat Ahok masih menjabat, banjir berkurang drastis. Tercatat ada 460 RW terdampak banjir dengan jumlah pengungsi berkurang drastis enam kali lipat menjadi hanya 7.760 pengungsi. Banjir yang biasanya paling lama bertahan hingga seminggu, jadi cepat surut dengan maksimal waktu genangan dua hari. 

Data banjir Jakarta dari 2013-2018

Begitu pula pada 2017, tahun terakhir Ahok menjabat sebelum dilanjutkan wakilnya Djarot Saiful Hidayat hingga 16 Oktober 2017. Pada tahun itu, banjir menggenangi 375 RW dengan jumlah pengungsi 9.100 orang. Banjir 2017, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Husein Murad saat itu, hanya terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang dilintasi Sungai Ciliwung namun belum dinormalisasi. 

"Curah hujan cukup besar sehingga air dari hulu itu banyak jadi yang kami sebut Katulampa tinggi itu. Nah ini menyebabkan aliran Ciliwung meluap sehingga wilayah yang di Ciliwung yang belum dinormalisasi seperti ini," kata Husein di Bukit Duri, Jakarta Selatan, 16 Februari 2017. Memasuki 2018, banjir kembali terjadi dengan jumlah pengungsi lebih banyak. BPBD mencatat ada 217 RW yang terendam banjir dengan jumlah pengungsi 15.627.  [kompas]

software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Bendung Katulampa, Senin (12/2/2018). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengatasi masalah banjir Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal banjir di era gubernur sebelumnya yang menurut dia lebih parah dibandingkan banjir yang terjadi beberapa pekan terakhir. Hal ini disinggungnya ketika ditanya mengenai tanggapan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait banjir. 

"Nah… Saya terima kasih semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yan pernah dialami Pak Basuki," ujar Anies di Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). 
Anies menyampaikan hal yang sama tiga hari sebelumnya. Penilaiannya itu didasarkan pada jumlah pengungsi. 

"Coba bayangkan, tahun 2015 ada 230.000 orang mengungsi, kemarin 1.600 orang, kenapa terjadi? Karena volume air dari hulu tidak dikendalikan. Jadi kalau dibandingkan (2019), sangat kecil dibandingkan dengan 2015," ucap Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019). 

Menurut Anies, saat ini hanya wilayah di bantaran sungai yang tergenang. Ia juga menyebut banjir kali ini lebih cepat surut sehingga warga bisa cepat pulang. Kompas.com menghimpun data banjir dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bisa dilihat di https://bpbd.jakarta.go.id/ dan http://data.jakarta.go.id/. 

Data banjir Jakarta dari 2013-2018(BPBD DKI Jakarta) Diketahui, Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI dari November 2014 hingga Mei 2017. Pada 2014, banjir parah melanda DKI. Sepanjang 2014, ada 688 RW yang terendam dengan jumlah pengungsi mencapai 167.727. Ada 23 korban meninggal. Kemudian pada 2015, data BPBD DKI, ada 702 RW yang terdampak banjir dengan jumlah pengungsi 45.813. 

Tahun itu, jumlah korban meninggal turun menjadi lima orang. Anies menyebut terdapat 230.000 pengungsi pada 2015, era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. 

Pada 2016, saat Ahok masih menjabat, banjir berkurang drastis. Tercatat ada 460 RW terdampak banjir dengan jumlah pengungsi berkurang drastis enam kali lipat menjadi hanya 7.760 pengungsi. Banjir yang biasanya paling lama bertahan hingga seminggu, jadi cepat surut dengan maksimal waktu genangan dua hari. 

Data banjir Jakarta dari 2013-2018

Begitu pula pada 2017, tahun terakhir Ahok menjabat sebelum dilanjutkan wakilnya Djarot Saiful Hidayat hingga 16 Oktober 2017. Pada tahun itu, banjir menggenangi 375 RW dengan jumlah pengungsi 9.100 orang. Banjir 2017, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Husein Murad saat itu, hanya terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang dilintasi Sungai Ciliwung namun belum dinormalisasi. 

"Curah hujan cukup besar sehingga air dari hulu itu banyak jadi yang kami sebut Katulampa tinggi itu. Nah ini menyebabkan aliran Ciliwung meluap sehingga wilayah yang di Ciliwung yang belum dinormalisasi seperti ini," kata Husein di Bukit Duri, Jakarta Selatan, 16 Februari 2017. Memasuki 2018, banjir kembali terjadi dengan jumlah pengungsi lebih banyak. BPBD mencatat ada 217 RW yang terendam banjir dengan jumlah pengungsi 15.627.  [kompas]

0 Response to "Anies Sebut Banjir Era Ahok Lebih Parah, Ini Data BPBD "

Post a comment




>