Komisioner KPU: Sedang Tensi Tinggi, Kok Nyebarin Hoax!



Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelanggara pemilu masih menggunakan sistem manual. Mulai proses pemungutan suara di TPS, penghitungan suara di TPS, rekapitulasi secara berjenjang di kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, serta penetapan hasil secara resmi.



Secara manual artinya, masih pakai kertas/formulir-formulir; dilaksanakan melalui rapat pleno terbuka; dan dihadiri pengawas pemilu, saksi-saksi peserta pemilu dan lain-lain.

Demikian disampaikan Komisoner KPU Pramono U. Tanthowi menanggapi kabar bohong (hoax) server KPU sudah disetting.



Jelas Pramono, kalau saat ini KPU punya Situng (Sistem Informasi Penghitungan), itu bukan untuk menghitung, merekap dan menetapkan hasil secara resmi. Situng hanya untuk menampilkan hasil penghitungan, rekapitulasi dan penetapan yang telah dilakukan secara manual tadi.

"Hanya untuk informasi. Tidak lebih, tidak kurang," ucap dia di akun facebooknya sesaat lalu, Jumat (5/4).

UU juga belum memberi peluang dilakukan pemungutan suara secara elektronik (e-voting), penghitungan suara secara elektronik (e-counting), atau rekapitulasi hasil suara secara elektronik (e-recapitulation).

Karena itu, lanjut Pramono, kalau ada yang menyebarkan gosip bahwa server KPU sudah disetting dengan angka sekian persen untuk calon tertentu, itu pasti hoax.

"Orang yang mengatakan itu kemungkinannya hanya dua: karena ketidaktahuan atas proses pemilu, atau memang sengaja membuat keresahan," ungkapnya.

Pramono masih maklum kalau alasan pertama. Karena tidak semua orang paham detail-detail proses pemilu. Orang seperti ini hanya perlu dikasih tahu, dijelaskan. Mudah-mudahan mereka bisa menerima penjelasan.



Tapi kalau ada orang yang menyebarkan informasi palsu karena sengaja ingin membuat keresahan, maka orang-orang seperti ini memang harus ditindak secara tegas.

"Saat semua pihak sedang tensi tinggi, kok nyebarin hoax kayak gini. Tuman!!!" tulis Pramono. [rmol]
software untuk mengakses internet plasa hosting jasa pembuatan website iklan baris spesifikasi komputer server kumpulan software komputer hosting and domain pengertian klaim asuransi webhost indonesia asuransi islam dedicated server indonesia pengertian premi asuransi atlas indonesia pengertian asuransi syariah web hosting terbaik di indonesia perusahaan keuangan di indonesia hosting web daftar asuransi terbaik di indonesia download software pc terbaru web hosting terbaik indonesia web hosting terbaik indonesia makalah tentang asuransi kesehatan makalah asuransi cloud hosting indonesia usaha kesehatan sekolah universitas islam attahiriyah travelling in indonesia contoh bisnis plan sederhana daftar perusahaan asuransi di indonesia universitas internasional batam webhosting terbaik cloud server indonesia file hosting indonesia hosting domain murah asuransi menurut islam jumlah penduduk indonesia biaya kuliah universitas pancasila web hosting termurah web hosting gratisan manulife indonesia pt asuransi adira dinamika indonesian travel domain murah allianz indonesia harga web hosting universitas pendidikan indonesia cara membuat server vpn peringkat universitas di indonesia web hosting support php host indonesia domain paling murah biaya kuliah universitas trisakti harga hosting website indonesia travel guide hosting domain website builder indonesia jurusan universitas indonesia domain dan hosting web hosting indonesia indonesia travel laporan keuangan perusahaan go publik daftar universitas di indonesia domain dan hosting adalah daftar asuransi terbaik kode negara indonesia pengertian hukum asuransi universitas multimedia nusantara beli domain indonesia vps indonesia asuransi perjalanan ke eropa peta indonesia lengkap webhosting indonesia makalah asuransi syariah asuransi perusahaan adira asuransi promo domain murah bus indonesia domain hosting murah daftar asuransi pengertian asuransi pendidikan Nunavut budaya Lini Dayton Freight Hard drive Data Recovery Services Donate a Car di Maryland Pengganti motor Insurance Gas/Electricity Mortgage Attorney Loans Lawyer Donate Conference Call Degree Credit


Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelanggara pemilu masih menggunakan sistem manual. Mulai proses pemungutan suara di TPS, penghitungan suara di TPS, rekapitulasi secara berjenjang di kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, serta penetapan hasil secara resmi.



Secara manual artinya, masih pakai kertas/formulir-formulir; dilaksanakan melalui rapat pleno terbuka; dan dihadiri pengawas pemilu, saksi-saksi peserta pemilu dan lain-lain.

Demikian disampaikan Komisoner KPU Pramono U. Tanthowi menanggapi kabar bohong (hoax) server KPU sudah disetting.



Jelas Pramono, kalau saat ini KPU punya Situng (Sistem Informasi Penghitungan), itu bukan untuk menghitung, merekap dan menetapkan hasil secara resmi. Situng hanya untuk menampilkan hasil penghitungan, rekapitulasi dan penetapan yang telah dilakukan secara manual tadi.

"Hanya untuk informasi. Tidak lebih, tidak kurang," ucap dia di akun facebooknya sesaat lalu, Jumat (5/4).

UU juga belum memberi peluang dilakukan pemungutan suara secara elektronik (e-voting), penghitungan suara secara elektronik (e-counting), atau rekapitulasi hasil suara secara elektronik (e-recapitulation).

Karena itu, lanjut Pramono, kalau ada yang menyebarkan gosip bahwa server KPU sudah disetting dengan angka sekian persen untuk calon tertentu, itu pasti hoax.

"Orang yang mengatakan itu kemungkinannya hanya dua: karena ketidaktahuan atas proses pemilu, atau memang sengaja membuat keresahan," ungkapnya.

Pramono masih maklum kalau alasan pertama. Karena tidak semua orang paham detail-detail proses pemilu. Orang seperti ini hanya perlu dikasih tahu, dijelaskan. Mudah-mudahan mereka bisa menerima penjelasan.



Tapi kalau ada orang yang menyebarkan informasi palsu karena sengaja ingin membuat keresahan, maka orang-orang seperti ini memang harus ditindak secara tegas.

"Saat semua pihak sedang tensi tinggi, kok nyebarin hoax kayak gini. Tuman!!!" tulis Pramono. [rmol]

0 Response to "Komisioner KPU: Sedang Tensi Tinggi, Kok Nyebarin Hoax!"

Post a comment




>